Ketua Permahi Ridwan Desak Aparat Bongkar Gudang Rokok Ilegal hingga ke Akar-Akar

SHOOTLINENEWS.ID-MAKASSAR| Maraknya peredaran rokok ilegal di Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan. Ketua Permahi Makassar, Ridwan, menegaskan aparat penegak hukum tidak boleh hanya berhenti pada penyitaan barang, melainkan harus membongkar jaringan peredaran hingga ke akar-akarnya.

Ridwan menilai, peredaran rokok ilegal yang masih mudah ditemui di berbagai kabupaten/kota seperti Makassar, Gowa, Bulukumba, Soppeng, Jeneponto, Bone, Pinrang, hingga Parepare membuktikan bahwa pengawasan masih lemah. Beberapa merek seperti King Garet, Max One, Smith, 68, Boster, Oma, hingga Boss Café Latte diduga kuat beredar tanpa pita cukai resmi.

“Kapolda Sulsel bersama Kanwil Bea Cukai Sulbagsel harus benar-benar tegas. Jangan hanya sebatas menggagalkan dan menyita, tapi bongkar gudang penyimpanan dan tangkap pelaku sampai ke akar-akarnya,” tegas Ridwan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga telah mengeluarkan ultimatum dalam konferensi pers APBN KiTa September 2025 di Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memberi toleransi bagi siapa pun yang memperjualbelikan rokok ilegal, baik melalui platform e-commerce maupun warung kelontong.

Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat, hingga Juni 2025, rokok ilegal masih menjadi komoditas terbesar dalam peredaran barang ilegal di Indonesia dengan porsi mencapai 61 persen, dengan nilai barang hasil penindakan mencapai Rp3,9 triliun.

Ridwan menambahkan, ketegasan aparat akan menjadi kunci dalam memberantas praktik yang sangat merugikan negara sekaligus membahayakan masyarakat ini,” ungkapnya pada awak media.Senin (22/9/25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *