GOWA SULSEL , Rencana alih fungsi Bumi Perkemahan (Buper) HM Jasin Limpo di Limbung menjadi Sekolah Rakyat menuai perhatian dari berbagai kalangan, termasuk mantan Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwartir Cabang Gowa, Hirsan Bahtiar.
Hirsan menegaskan, Cadika Limbung bukan sekadar lokasi perkemahan biasa, melainkan bagian penting dari perjalanan sejarah Gerakan Pramuka di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa. Menurutnya, kawasan tersebut telah menjadi tempat lahirnya banyak kader muda yang dibina melalui pendidikan karakter dan kepemimpinan.
“Cadika Limbung adalah simbol kaderisasi dan ruang pendidikan karakter yang telah melahirkan banyak generasi pemimpin. Di tempat itu banyak anak muda belajar tentang disiplin, kepemimpinan, pengabdian, dan kebersamaan,” ujar Hirsan dihadapan media, Jumat (22/5/2026)
Ia menilai, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan secara matang rencana tersebut dengan tetap memperhatikan nilai sejarah dan aspirasi keluarga besar Gerakan Pramuka. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak seharusnya menghilangkan pusat pembinaan karakter yang telah berdiri dan berfungsi selama puluhan tahun.
“Tidak ada yang menolak pendidikan rakyat. Namun pemerintah juga harus menjaga warisan sejarah daerah. Buper Limbung memiliki nilai perjuangan dan sejarah yang tidak bisa diganti begitu saja,” tambahnya.
Hirsan juga mengajak para alumni kegiatan Pramuka, tokoh masyarakat, serta seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka untuk bersama-sama menjaga keberadaan Cadika Limbung sebagai bagian dari identitas Pramuka Sulawesi Selatan.
Diketahui, Bumi Perkemahan HM Jasin Limpo di Limbung selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan kepramukaan terbesar di Sulawesi Selatan. Berbagai agenda penting seperti Raimuna, Jambore, Kursus Pembina, Kursus Pelatih hingga latihan kepemimpinan tingkat daerah maupun nasional kerap dilaksanakan di lokasi tersebut.
Bagi banyak insan Pramuka, Cadika Limbung bukan hanya sekadar hamparan tanah dan pepohonan, tetapi menjadi simbol pengabdian, persaudaraan, serta perjalanan panjang pendidikan karakter generasi muda di Sulawesi Selatan.







