HKG PKK ke-53, Bupati Pangkep Dorong Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

BERITA, PEMDA PANGKEP131 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Peringatan Hari Kesadaran Gotong Royong (HKG) PKK ke-53 tingkat Kabupaten Pangkep yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Senin (15/12/25)

Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat peran strategis perempuan dan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalo Gau, S.Pi., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi, inovasi, dan semangat gotong royong merupakan kunci ketahanan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, PKK bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang berangkat dari keluarga sebagai unit terkecil pembentuk peradaban bangsa.

“PKK tidak hanya menjalankan program, tetapi menjadi kekuatan perubahan yang mampu mentransformasi keluarga dan masyarakat. Dari keluarga yang tangguh, akan lahir bangsa yang kuat,” tegas Bupati Yusran.

Sebagai organisasi yang telah berkiprah selama 53 tahun, PKK dikenal konsisten mengusung empat pilar utama, yakni peningkatan kesehatan dan gizi keluarga, pemberdayaan peran ibu, pengembangan lingkungan, serta peningkatan kualitas pendidikan anak. Di era transformasi digital, Bupati Yusran mendorong kader PKK di Pangkep untuk mengintegrasikan inovasi teknologi, seperti konsultasi gizi berbasis e-health dan pelatihan usaha rumah tangga melalui webinar.

Ia juga menyoroti tantangan ketimpangan akses digital dan rendahnya literasi finansial di wilayah pelosok desa. Namun, hal tersebut dinilainya sebagai peluang untuk melahirkan terobosan baru. “Tantangan zaman harus dijawab dengan inovasi. Di situlah peran kader PKK menjadi sangat strategis,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, kader PKK Kabupaten Pangkep tercatat telah mendampingi sekitar 15.000 keluarga dalam pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan. Program unggulan “Pangkep Bergerak” yang menggabungkan pemberdayaan UMKM perempuan dan rehabilitasi ekosistem pesisir melalui community mapping bahkan berhasil meraih apresiasi di tingkat nasional.

Wakil Ketua PKK Pangkep, Hj. Siti Nurlaela, menyampaikan bahwa kontribusi kader sering dimulai dari langkah-langkah sederhana namun berdampak besar. “Membantu akses air bersih, membimbing usaha kerajinan, hingga mendampingi keluarga rentan adalah bagian dari fondasi menuju Indonesia yang lebih kuat,” tuturnya.

Perayaan HKG PKK ke-53 di Rujab Bupati Pangkep tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai aksi nyata. Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya sayembara inovasi sosial, pelatihan manajemen lingkungan, serta lomba “Keluarga Indonesia Emas” guna mendorong partisipasi aktif masyarakat. Dengan mengusung tema “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Indonesia Emas,” kegiatan ini menegaskan bahwa visi 2045 merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

Langkah konkret lainnya turut diwujudkan melalui pembentukan komunitas literasi digital di 20 desa pesisir serta kemitraan dengan startup lokal dalam pengembangan dan produksi obat tradisional herbal. Meski demikian, Bupati Yusran mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan ancaman kesehatan.

“Keluarga yang tangguh adalah pilar utama ketahanan nasional. Tanpa keluarga yang kuat, cita-cita Indonesia Emas akan sulit terwujud,” tegasnya.

Menutup rangkaian kegiatan HKG PKK ke-53, Bupati Pangkep mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai momentum refleksi dan aksi nyata. “Mulailah dari hal kecil—dampingi anak mengaji, tanam pohon di halaman, atau bangun koperasi keluarga. Jika dilakukan bersama, dampaknya akan besar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *