NasDem Sulsel Bereaksi Keras atas Pemberitaan Dinilai Menyesatkan, Yusran: Demokrasi Tak Boleh Dibajak Narasi

BERITA273 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP | Dinamika pemberitaan yang berkembang belakangan ini memicu respons tegas dari jajaran Partai NasDem. Menilai adanya narasi yang tidak utuh hingga berpotensi menyesatkan publik, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Selatan angkat bicara dan menegaskan sikapnya terhadap praktik jurnalistik yang dinilai melampaui batas.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pangkep, M. Yusran Lalogau, menyampaikan langsung sikap tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Aula SPBU Mitra Sahabat Rakyat, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Rabu (15/4/2026).

Menurut Yusran, respons ini muncul setelah beredarnya pemberitaan, termasuk sampul majalah, yang menyeret Partai NasDem dalam sudut pandang yang dinilai tidak berimbang.

“Demokrasi tidak boleh dibajak oleh narasi yang menyesatkan. Kebebasan pers tidak boleh dijadikan tameng untuk membangun persepsi yang keliru,” tegasnya.

Dalam pernyataan resminya, DPW NasDem Sulsel menilai pemberitaan tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat dan berpotensi membentuk opini publik tanpa didasarkan pada fakta secara utuh.

NasDem juga menyoroti penggunaan metafora dalam pemberitaan yang menyamakan partai politik dengan korporasi. Menurut Yusran, hal tersebut merupakan bentuk pengerdilan terhadap fungsi partai politik sebagai representasi kedaulatan rakyat.

“Partai politik bukan perusahaan. Ini adalah wadah perjuangan gagasan, ideologi, dan harapan rakyat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, NasDem menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pilar penting dalam demokrasi, namun tetap harus disertai tanggung jawab moral. Kritik dinilai sah, selama mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, serta kaidah jurnalistik seperti cover both sides.

Sebagai langkah lanjutan, DPW NasDem Sulsel bersama seluruh DPD se-Sulawesi Selatan akan melakukan konsolidasi internal guna merespons narasi yang dianggap merugikan.

Tak hanya itu, NasDem juga mendesak media terkait untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik serta melakukan evaluasi terhadap produk jurnalistik yang dinilai melampaui batas etika.

Di akhir pernyataannya, Yusran mengajak masyarakat agar lebih bijak dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang bersifat sensasional.

“Demokrasi yang sehat lahir dari publik yang sadar, bukan publik yang digiring oleh persepsi,” pungkasnya.

Disclaimer:

Seluruh isi pemberitaan ini merupakan kutipan dan pernyataan narasumber. Redaksi tidak bermaksud mendiskreditkan pihak atau media manapun.

Redaksi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, independensi, serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada semua pihak sesuai mekanisme jurnalistik yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *