
Apel berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Kapolres Pangkep, AKBP Muh. Husni Ramli, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. Hadir pula sejumlah pimpinan daerah dalam formasi lengkap Forkopimda, termasuk Bupati Pangkep Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., serta unsur TNI, Dishub, para Kapolsek, Kasat, dan pejabat utama di lingkungan Polres Pangkep.
Apel ini menandai dimulainya Operasi Patuh Pallawa 2025 yang dilaksanakan serentak di seluruh jajaran Polda Sulawesi Selatan selama 14 hari, mulai 24 Juli hingga 6 Agustus 2025.
Dalam amanatnya, Kapolres Pangkep menekankan bahwa operasi ini bukan semata penegakan hukum, tetapi lebih dari itu merupakan gerakan kolektif untuk mengedukasi dan mendorong budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat.
“Operasi Patuh ini bukan hanya sekadar penindakan, tapi juga bagian dari upaya edukatif dan preventif. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung terciptanya keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan,” tegas AKBP Husni Ramli.
Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Pangkep dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan operasi ini dan mengajak semua pihak untuk mendukung sepenuhnya, terlebih menjelang masa libur yang biasanya diikuti dengan peningkatan arus kendaraan di berbagai ruas jalan.
“Operasi ini sangat penting sebagai langkah antisipatif, apalagi menjelang masa liburan. Sinergitas seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas,” ungkap Bupati Yusran.
Adapun sasaran Operasi Patuh Pallawa 2025 meliputi berbagai pelanggaran lalu lintas, seperti:
-
Menggunakan ponsel saat berkendara
-
Tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman
-
Melawan arus
-
Pengemudi di bawah umur
-
Melebihi batas kecepatan
-
Berkendara dalam pengaruh alkohol
-
Tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan
Operasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan, meningkatkan kedisiplinan pengendara, serta membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama.
Dengan dilaksanakannya apel gelar pasukan ini, seluruh personel yang terlibat diharapkan menjalankan tugas dengan sikap profesional, humanis, dan berintegritas tinggi. Harapannya, budaya tertib berlalu lintas tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Pangkep.







