BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sulsel 24 Februari–1 Maret 2026

BERITA259 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-MAKASSAR | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

Dalam siaran pers yang dirilis di Makassar, Senin (23/2/2026), BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan gelombang tinggi.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, kondisi cuaca ekstrem dipicu oleh kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Sulawesi Selatan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan dengan intensitas signifikan di sejumlah daerah.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, serta Kepulauan Selayar. Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Tak hanya di daratan, peringatan juga berlaku untuk wilayah perairan. BMKG memprediksi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Pinrang, Perairan Barru, Perairan Makassar, Perairan Pangkajene (Pangkep), Perairan Kepulauan Selayar, Perairan Bulukumba, Perairan Kepulauan Takabonerate, serta Perairan Jeneponto.

BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Pemerintah daerah diimbau memastikan kesiapan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, penataan lingkungan, serta memangkas dan memperkuat pohon-pohon yang rawan tumbang.

Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan, menjauhi lokasi rawan bencana, serta aktif memantau informasi cuaca resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia selama 24 jam.

Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan dampak risiko bencana hidrometeorologi di Sulawesi Selatan dapat diminimalisir melalui langkah antisipasi dan koordinasi yang baik antar pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *