Bupati MYL Turun Langsung Rayakan May Day di Pangkep, Serap Aspirasi Buruh dan Tegaskan Komitmen Kesejahteraan

BERITA, PEMDA PANGKEP140 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP |Suasana peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Bambu Runcing, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), terasa berbeda. Di tengah riuh suara para pekerja yang menyuarakan harapan, hadir langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menyatu dengan buruh untuk mendengar aspirasi mereka secara langsung. Pada Jumat (1/5/2026),

Kehadiran orang nomor satu di Pangkep ini bukan sekadar simbolis. Ia datang membawa pesan kuat bahwa pemerintah daerah membuka ruang dialog dan siap memperjuangkan kesejahteraan pekerja di wilayahnya.

Dalam kesempatan tersebut, MYL menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk terus memaksimalkan pemenuhan harapan para buruh, khususnya terkait kesejahteraan. Salah satu poin utama yang disorot adalah kepatuhan perusahaan terhadap aturan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Insya Allah kami dari pemerintah kabupaten Pangkep tetap akan memaksimalkan bagaimana harapan-harapan dari buruh, termasuk penerapan UMK. Kami berharap seluruh perusahaan dapat menjalankan aturan yang ada secara maksimal,” ujarnya.

Lebih jauh, MYL juga membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya bagi para pekerja yang menghadapi persoalan di tempat kerja. Ia meminta buruh tidak ragu melaporkan kendala kepada Dinas Ketenagakerjaan agar pemerintah dapat segera mengambil langkah tegas.

“Jika ada hal yang tidak berkenan, silakan dikoordinasikan dengan dinas ketenagakerjaan. Pemerintah daerah akan turun langsung mengecek dan menegur perusahaan terkait,” tegasnya.

Meski demikian, MYL juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi di Pangkep. Ia berharap hubungan antara pekerja dan perusahaan tetap harmonis dengan mengedepankan semangat kekeluargaan guna mencegah konflik yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

“Saya tidak mengharapkan adanya PHK massal. Namun, hak-hak buruh tetap harus menjadi perhatian utama perusahaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pangkep, Abdul Salam Masyid, berharap kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dapat terus diperkuat demi mewujudkan hubungan industrial yang dinamis dan berkeadilan.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian buruh Pangkep akan bergabung dalam aksi di Makassar untuk menyuarakan isu-isu penting seperti outsourcing, upah, dan perlindungan pekerja rumah tangga.

“Yang tidak kalah penting, kita juga mengawal UMK yang telah ditetapkan agar berlaku untuk seluruh pekerja di Pangkep. Dalam waktu dekat, kami bersama dinas terkait akan turun langsung ke perusahaan untuk memastikan hal tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangkep, Sulfida, menyampaikan bahwa peringatan May Day tahun ini juga diisi dengan kegiatan sosial bertajuk “Buruh Berbagi”.

“Kegiatan ini berupa pembagian 80 bingkisan kepada para pekerja, hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan serikat buruh,” ujarnya.

Sulfida juga menyebutkan bahwa dalam momentum May Day ini, para buruh menyampaikan lima tuntutan utama, yang sebagian besar telah ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Ia pun berpesan kepada para buruh yang akan memperingati May Day di Makassar agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kami berharap para buruh dapat menjaga nama baik Pangkep dan tetap mengedepankan aksi yang tertib. Semoga ke depan, kesejahteraan buruh semakin meningkat,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *