MAKASSAR– Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau memberikan apresiasi atas capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Pangkep yang telah mencapai 76,6 persen hingga semester pertama tahun 2026. Capaian tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program CKG yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep di salah satu hotel di Makassar, Jumat (26/6/2026).
Menurut Bupati, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Suatu kesyukuran, kita bisa mencapai angka 76 persen pada pertengahan tahun ini,” ujar Muhammad Yusran Lalogau.
Meski memberikan apresiasi, Bupati menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia meminta agar pelaksanaan Program CKG terus dioptimalkan sehingga seluruh masyarakat sasaran dapat memperoleh layanan skrining kesehatan secara menyeluruh.
Bahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Yusran menyatakan kesiapannya untuk turun langsung mendampingi pelaksanaan CKG apabila memiliki kesempatan.
“Kalau ada kesempatan, saya akan ikut turun saat pelaksanaan CKG,” katanya.
Dalam arahannya, Bupati juga menyoroti masih rendahnya angka penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pangkep. Menurutnya, tingginya capaian skrining kesehatan seharusnya sejalan dengan meningkatnya deteksi kasus penyakit di masyarakat.
“Menjadi pemikiran kita bersama, capaian CKG tinggi tetapi penemuan TBC masih rendah. Kalau boleh, ini menjadi pembahasan dalam evaluasi,” tegasnya.
Selain itu, Yusran meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk semakin memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular.
Ia menilai edukasi kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui kunjungan tenaga kesehatan ke sekolah-sekolah guna menanamkan pola hidup sehat sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Hj. Herlina, menjelaskan bahwa hingga pertengahan tahun 2026 capaian Program CKG telah mencapai 76,6 persen. Program ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan masyarakat, mendeteksi penyakit sejak dini, serta memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat dicegah.
Menurut Herlina, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kendala aplikasi, masyarakat yang tidak berada di rumah saat kunjungan petugas, hingga akses ke wilayah kepulauan. Namun, dukungan pemerintah desa, khususnya dalam penyediaan transportasi laut, sangat membantu kelancaran pelaksanaan program.
Monitoring dan evaluasi yang diikuti 58 peserta, terdiri dari kepala puskesmas dan penanggung jawab Program CKG se-Kabupaten Pangkep, diharapkan mampu melahirkan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Pangkep optimistis Program Cek Kesehatan Gratis akan semakin efektif dalam mendeteksi risiko kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan warga hingga ke wilayah kepulauan.













