SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalo Gau, menghadiri kunjungan kerja Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., yang berlangsung di kawasan UPT Kementerian Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Bantimurung, Rabu (28/01/2026).
Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Pangkep dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya terkait pengelolaan lingkungan hidup serta pengembangan potensi pariwisata berbasis konservasi.
Dalam sambutannya, Menteri Raja Juli Antoni terlebih dahulu menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kecelakaan pesawat yang baru-baru ini terjadi di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan dan masyarakat setempat atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam membantu proses pencarian dan evakuasi korban.
Selain itu, Menteri LHK menyampaikan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) atas komitmen dan kinerjanya dalam menjaga serta mengelola ekosistem karst, keanekaragaman hayati khususnya kupu-kupu, serta pengembangan potensi wisata alam di kawasan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah pusat dan unit pelaksana teknis di daerah.
Menanggapi kunjungan tersebut, Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalo Gau, menyampaikan harapannya agar UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat.
“Saya berharap melalui kunjungan Bapak Menteri ini, UNESCO Geopark Maros dan Pangkep dapat memperoleh dukungan yang lebih kuat, baik dari sisi kebijakan maupun pengembangan ke depan,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata di Pangkep harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. “Kami ingin pariwisata berkembang tanpa merusak ekosistem, tetap menjaga kelestarian alam, dan menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam penguatan konservasi lingkungan, pengembangan ekowisata berkelanjutan, serta peningkatan promosi UNESCO Geopark Maros-Pangkep di tingkat nasional hingga internasional.













