Bupati Pangkep Dukung Inovasi Mahasiswa Unhas, Perkenalkan Padi Apung di Bulu Cindea

BERITA, PEMDA PANGKEP195 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP SULSEL |Inovasi tak henti lahir dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kali ini, Bupati DR. H. Muhammad Yusran Lalogau, SP, M.Si meresmikan uji coba budidaya padi apung di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Minggu (12/10/2025).

Program ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dengan Pemerintah Desa Bulu Cindea, yang menghadirkan solusi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim dan keterbatasan lahan produktif di wilayah pesisir.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas mahasiswa dan dukungan pemerintah desa. Ia menyebut, inovasi padi apung menjadi bukti nyata bahwa pertanian bisa tetap produktif meski di lahan tergenang air.

“Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan. Kita harus beradaptasi dengan kondisi alam, dan padi apung menjadi contoh bahwa pertanian bisa tetap maju meski di lahan berair,” ujar Bupati Yusran.

Sistem padi apung ini menggunakan rakit bambu atau pelampung ramah lingkungan, memungkinkan tanaman padi tumbuh di atas permukaan air tanpa kehilangan nutrisi. Metode ini telah diuji di beberapa daerah dan terbukti memberikan hasil panen menjanjikan.

Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali, SE, menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah kabupaten dan semangat kolaboratif mahasiswa. Menurutnya, inovasi ini menjadi harapan baru bagi petani pesisir yang kerap menghadapi banjir dan genangan air saat musim hujan.

Pemerintah Kabupaten Pangkep berencana melakukan evaluasi hasil panen sebelum memperluas penerapan sistem ini ke kecamatan lain. Jika berhasil, padi apung akan menjadi model pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal di masa depan.

Sebagai desa pesisir yang sebelumnya juga dikenal dengan wisata mangrove dan rencana pengolahan rumput laut “Cindea Blue Project”, Desa Bulu Cindea kini semakin menegaskan diri sebagai desa inovatif berbasis ekologi dan teknologi lokal. Langkah ini menandai babak baru transformasi desa menuju pusat pengembangan pertanian dan kelautan terpadu di Kabupaten Pangkep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *