“Dari Peringkat 8 ke Runner-Up, Sekda Jufri Rahman Dorong Sulsel Kejar Juara Umum MTQ”

BERITA, NASIONAL112 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP, Prestasi kafilah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Dari posisi kedelapan pada penyelenggaraan sebelumnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sulsel kini berhasil melompat ke posisi kedua.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat ditemui seusai acara penutupan MTQ di Kabupaten Pangkep, Sabtu malam (29/8/2026).

Jufri mengatakan, peningkatan peringkat tersebut menjadi bukti bahwa persiapan yang dilakukan lebih awal mulai memberikan hasil positif bagi kontingen Sulsel.

“Dua tahun lalu di Kalimantan Tengah, Sulsel berada di posisi kedelapan. Tahun ini, saat kita menjadi tuan rumah, posisi itu melejit naik menempati peringkat kedua,” ujar Jufri.

Dalam ajang tersebut, Sumatera Barat kembali mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Sementara posisi ketiga ditempati DKI Jakarta.

Meski berhasil menempati posisi runner-up, Jufri menilai Sulsel masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan prestasi. Target yang lebih tinggi bahkan telah diarahkan untuk menghadapi MTQ berikutnya yang akan berlangsung di Maluku Utara.

Menurutnya, kunci untuk mengejar Sumatera Barat bukan hanya terletak pada persiapan menjelang perlombaan, tetapi juga pada pola pembinaan yang dilakukan secara konsisten sepanjang tahun.

“Sumatera Barat sulit dikalahkan karena peserta mereka adalah para legend di ASN dengan kapasitas di atas rata-rata, dan pembinaannya dilakukan sepanjang tahun,” jelasnya.

Jufri mengakui, pola pembinaan di Sulsel selama ini masih cenderung dilakukan ketika pelaksanaan MTQ sudah semakin dekat. Karena itu, ia mendorong agar pembinaan qori, qoriah, hafiz dan hafizah dilakukan secara berkelanjutan.

“Berbeda dengan Sulsel yang persiapannya kerap dilakukan menjelang ajang digelar. Kalau kita mau mengejar target juara umum, pembinaan harus berkelanjutan mulai dari sekarang,” tegasnya.

Penghargaan bagi Para Juara

Selain pembinaan, Jufri juga menyoroti pentingnya memberikan penghargaan yang dapat menjadi motivasi bagi ASN yang berprestasi dalam bidang Al-Qur’an.

Ia mengusulkan agar prestasi para qori, qoriah, hafiz dan hafizah dari kalangan ASN dapat memperoleh penghargaan kepegawaian, salah satunya melalui Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kenaikan pangkat luar biasa itu ada aturan kepegawaiannya di BKN untuk pegawai yang memiliki prestasi khusus. Berprestasi di ajang Al-Qur’an tentu hal yang luar biasa karena tidak semua pegawai bisa melakukannya,” kata Jufri.

Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi perhatian pihak terkait, termasuk Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga prestasi di bidang Al-Qur’an tidak hanya mendapatkan penghargaan sesaat, tetapi juga memiliki nilai positif dalam pengembangan karier ASN.

Selain penghargaan kepegawaian, para juara MTQ juga mendapatkan apresiasi dalam bentuk natura.

Di sisi lain, Jufri melihat penyelenggaraan MTQ tidak hanya memberikan dampak terhadap pembinaan keagamaan dan prestasi, tetapi juga ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Kehadiran ribuan peserta, official, pendamping dan tamu dari berbagai daerah dinilai memberikan efek positif terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pergerakan ekonomi juga terasa. Kedatangan peserta dan rombongan tentu memberikan dampak terhadap UMKM dan perputaran uang di daerah,” ujarnya.

Jufri juga menjelaskan alasan Kabupaten Pangkep dan Kota Makassar dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan rangkaian MTQ.

Menurutnya, Kabupaten Pangkep memiliki latar belakang sejarah yang kuat dalam perkembangan tradisi penghafal Al-Qur’an di Sulawesi Selatan.

Ia menyebut sejumlah wilayah seperti Pulau Salemo dan Pulau Salabangka sebagai bagian dari sejarah panjang tradisi penghafal Al-Qur’an di daerah tersebut.

Sementara Kota Makassar dipilih sebagai lokasi pembukaan karena memiliki dukungan fasilitas yang lebih memadai, terutama hotel, transportasi dan aksesibilitas untuk menerima peserta dari berbagai daerah.

Dengan capaian peringkat kedua tahun ini, Jufri berharap Sulsel tidak berhenti pada keberhasilan tersebut. Menurutnya, prestasi itu harus menjadi pijakan untuk membangun pembinaan yang lebih serius dan terarah.

Ia optimistis, dengan pembinaan berkelanjutan, dukungan anggaran yang memadai, serta penghargaan yang layak bagi para peserta berprestasi, Sulsel dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya pada MTQ berikutnya di Maluku Utara.

“Yang penting ikhtiar kita nyata, pembinaan dilakukan terus-menerus dan pendanaannya juga disiapkan dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *