PANGKEP – Dinas Pertanian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus mematangkan berbagai langkah strategis untuk menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah ancaman musim kemarau 2026. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan potensi lahan pertanian, memperkuat infrastruktur pengairan, hingga memastikan penyaluran bantuan kepada petani dan pelaku usaha perikanan berjalan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep, Muhiddin, mengatakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Balocci, khususnya kawasan Bonto-Bonto yang memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman pangan.
Menurutnya, wilayah tersebut memiliki sekitar 300 hektare lahan pertanian yang dikelola oleh kelompok tani dengan menerapkan pola tanam bergilir. Setelah musim tanam padi selesai, lahan yang sama dimanfaatkan kembali untuk budidaya kedelai sehingga produktivitas lahan tetap terjaga.
“Di Balocci luas lahan tanaman pangan sekitar 300 hektare. Sistem yang diterapkan petani adalah setelah panen padi dilanjutkan dengan menanam kedelai. Jadi tidak ada lahan yang dikhususkan secara permanen hanya untuk kedelai,” ujar Muhiddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Menghadapi musim kemarau, kata Muhiddin, tantangan terbesar adalah menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama bagi komoditas jagung yang akan memasuki musim tanam berikutnya. Karena itu, Dinas Pertanian telah menyiapkan sejumlah program pembangunan sarana pendukung irigasi pada tahun anggaran 2026.
Program tersebut meliputi pembangunan sumur bor pertanian di sejumlah titik, pemasangan jaringan perpipaan, serta sistem pompa air yang mengalirkan air dari sungai menuju lahan pertanian. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan dan menjaga produktivitas hasil pertanian.
Selain pembangunan infrastruktur air, Dinas Pertanian juga terus mengawal penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Muhiddin menjelaskan, sebagian alsintan yang diterima tahun ini merupakan bantuan aspirasi dari DPR RI.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pertanian bertugas memberikan rekomendasi kelompok tani yang layak menerima bantuan, mendokumentasikan proses penyaluran, serta melakukan pengawasan agar alsintan dimanfaatkan secara optimal.
“Tugas kami memberikan rekomendasi kelompok tani penerima bantuan, mendokumentasikan penyalurannya, serta mengawasi pemanfaatan alsintan di lapangan agar tepat guna. Kami juga memberikan rekomendasi bagi petani untuk memperoleh solar subsidi sebagai penunjang operasional pertanian,” jelasnya.
Tak hanya sektor pertanian, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sektor perikanan budidaya. Muhiddin mengungkapkan, pada tahun 2026 pemerintah mulai memproses program bantuan pupuk khusus bagi pelaku usaha tambak atau empang.
Selama ini, kata dia, kebutuhan pupuk untuk tambak masih sering berbenturan dengan alokasi pupuk sektor pertanian. Melalui kebijakan baru tersebut, pemerintah berupaya memisahkan alokasi pupuk sehingga distribusinya menjadi lebih adil dan tepat sasaran.
“Program bantuan pupuk untuk sektor perikanan saat ini sudah memasuki tahap administrasi dan pemberkasan. Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan program ini bisa segera direalisasikan sehingga petani dan petambak sama-sama mendapatkan haknya tanpa tumpang tindih,” pungkas Muhiddin.
Melalui berbagai strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangkep berharap sektor pertanian dan perikanan tetap produktif meski menghadapi musim kemarau, sekaligus memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan petambak di daerah.







