Dinsos Pangkep Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, MYL Komitmen Jadikan Agenda Tahunan

BERITA, PEMDA PANGKEP170 Dilihat

PANGKEP,  Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Melalui Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, digelar pelatihan bahasa isyarat sebagai bagian dari program pemberian bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial bagi teman-teman disabilitas. berlangsung di Aula DP2KBP3A Pangkep, Senin (18/5/2026

Kegiatan yang  dibuka langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan pelatihan bahasa isyarat sebagai agenda rutin tahunan Pemerintah Kabupaten Pangkep.

Menurutnya, kemampuan memahami bahasa isyarat sangat penting untuk membangun komunikasi yang inklusif di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tidak terasa ini sudah dilaksanakan tiga kalinya, insyaallah ini akan jadi kegiatan tahunan kita di Kabupaten Pangkep. Saya sebagai bupati akan terus memberikan dukungan kepada teman-teman disabilitas, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan komunikasi melalui bahasa isyarat,” ujar MYL.

Ia pun berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar ilmu yang diperoleh nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membantu mempererat komunikasi sosial di masyarakat.

“Saya berharap pelatihan bahasa isyarat ini bisa meningkatkan kualitas kehidupan kita dan mempermudah komunikasi satu sama lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pangkep, Jaenal Sanusi, mengatakan bahwa perluasan pemahaman bahasa isyarat menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, masih banyak penyandang disabilitas maupun masyarakat umum yang belum memahami bahasa isyarat, sehingga pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan.

“Harapan kami agar bahasa isyarat ini semakin banyak diketahui masyarakat, sehingga komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat dapat berjalan lebih baik tanpa hambatan,” jelasnya.

Jaenal juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan pelatihan tahun ini masih terbatas karena faktor anggaran. Meski demikian, pihaknya berharap ke depan cakupan peserta bisa diperluas agar manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

“Karena keterbatasan anggaran, tahun ini kami baru bisa menjangkau sekitar 30 peserta. Namun ke depan kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan skala yang lebih besar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *