SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, suasana berbeda terasa di Lapangan Apel Polsek Pangkajene pada Sabtu sore, 9 Agustus 2025. Bukan untuk upacara atau kegiatan rutin kepolisian, lapangan itu dipadati oleh puluhan warga yang antusias mengikuti Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini menjadi angin segar di tengah kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar nasional.
Diselenggarakan oleh jajaran Polres Pangkep bekerja sama dengan Bulog, Gerakan Pangan Murah dimulai sejak pukul 17.00 WITA. Tujuannya jelas—menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat.
Kapolsek Pangkajene, IPTU Syamsir, SH, turun langsung memimpin kegiatan tersebut. Sebanyak 219 sak beras kemasan 5 kilogram disediakan dan dijual dengan harga hanya Rp 59 ribu per sak, jauh di bawah harga pasar. Tidak mengherankan jika tenda penjualan langsung diserbu warga yang ingin memanfaatkan kesempatan langka ini.
“Ini adalah bentuk sinergitas antara Polri dan Bulog untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Kapolsek kepada wartawan di lokasi.
Sementara itu, Kanit Intelkam Polsek Pangkajene, Ipda Rustan, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga mendukung program nasional Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ia menekankan pentingnya langkah nyata untuk mencegah gejolak harga yang berpotensi memicu inflasi.
Selain membantu meringankan beban masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kedekatan Polri dengan warga, terutama dalam momentum penting menjelang hari kemerdekaan. Gerakan Pangan Murah bukan sekadar pasar, tapi juga simbol kepedulian dan kolaborasi demi kesejahteraan bersama.













