Hadapi Era Disrupsi Informasi, Ratusan Personel Humas Polda Jatim Matangkan Strategi Komunikasi Publik

BERITA, POLRI132 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-JAKARTA | Ratusan personel kehumasan dari jajaran kepolisian se-Jawa Timur mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas Polda Jatim 2025 yang digelar sebagai langkah strategis menghadapi tantangan komunikasi di era digital.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran komunikasi publik Polri, membangun kepercayaan masyarakat, dan mengantisipasi derasnya arus informasi yang tidak selalu terverifikasi.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan pentingnya peran Humas sebagai ujung tombak komunikasi Polri kepada masyarakat. “Humas Polda Jatim adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat, membangun citra positif institusi, dan memperkuat kepercayaan publik,” ujarnya saat membuka kegiatan, Rabu (28/5/2025).

Dalam paparannya, Kapolda juga menyoroti pentingnya optimalisasi manajemen media sebagai instrumen utama dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, terutama di tengah tantangan sosial, politik, dan pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Ia mengaitkan peran strategis humas dengan program prioritas nasional. “Program Asta Cita Presiden mengamanatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Maka, penyampaian informasi oleh Polri juga harus profesional, humanis, dan adaptif terhadap kebutuhan publik,” tegasnya.

Kapolda berharap para peserta Rakernis tidak hanya aktif secara formal, namun juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke lapangan guna mewujudkan Polri yang modern, profesional, dan dipercaya masyarakat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa Rakernis kali ini mengangkat tema: “Melalui Optimalisasi Manajemen Media, Humas Polda Jatim Siap Mendukung Kebijakan Kapolri dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Menuju Indonesia Emas.”

Rakernis diikuti oleh 130 peserta, terdiri dari para Kasi Humas dan Kasubsi Humas Polres jajaran, personel Bidhumas, serta para narasumber dan moderator. Forum ini menjadi ajang untuk memperkuat jejaring komunikasi dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kehumasan.

“Humas tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan pesan dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Kombes Abast.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi erat dengan media massa, komunitas digital, dan berbagai pemangku kepentingan agar terbangun ekosistem komunikasi publik yang sehat dan kredibel.

Kabid Humas menyebut bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menunjukkan tren positif, dengan capaian hingga 70%. Namun ia mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini PR kita bersama. Kita tidak boleh cepat puas. Kanal-kanal komunikasi resmi Polri seperti Tribrata News, TV Polri, media sosial, dan website pengaduan masih perlu dievaluasi efektivitasnya,” ucapnya.

Kabid Humas juga menyoroti rendahnya tingkat kesadaran publik terhadap keberadaan kanal-kanal tersebut. Ia menilai perlu adanya edukasi lebih masif serta pelatihan lanjutan bagi petugas humas untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam menangani isu-isu strategis.

“Bagaimana masyarakat bisa percaya dan menggunakan layanan Polri jika mereka tidak tahu kanalnya? Kita harus pastikan kanal komunikasi dikenal dan dimanfaatkan secara maksimal,” pungkasnya.

Dengan strategi komunikasi yang lebih presisi, Polda Jatim berharap mampu membangun kedekatan yang lebih erat dengan masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta menjawab tantangan komunikasi era digital dengan profesionalisme tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *