Harlah ke-81 Kejaksaan, Kajati Sulsel Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik

ADHYAKSA, BERITA40 Dilihat

SHOOTLNEWS-MAKASSAR, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026 di halaman Kantor Kejati Sulsel, Rabu (2/9/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Muhammad Syarifuddin bertindak sebagai inspektur upacara.

Sejumlah pejabat dan keluarga besar Adhyaksa turut hadir, di antaranya Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Prihatin, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Selatan beserta jajaran, serta Ketua Pengurus Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) Daerah Sulawesi Selatan bersama pengurus.

Turut mengikuti upacara jajaran Asisten, Koordinator, serta seluruh pegawai di lingkungan Kejati Sulsel.

Dalam amanatnya, Kajati Sulsel membacakan amanat serentak Jaksa Agung Republik Indonesia yang mengingatkan kembali perjalanan sejarah lahirnya institusi Kejaksaan.

Kelahiran institusi tersebut tidak dapat dilepaskan dari momentum awal kemerdekaan Indonesia. Pelantikan Mr. Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama, ketika usia kemerdekaan Indonesia baru menginjak 15 hari, menjadi salah satu tonggak penting yang menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia juga harus diwujudkan dalam kedaulatan hukum.

PDL Simbol Kesiapsiagaan Adhyaksa

Peringatan Harlah Kejaksaan tahun ini juga memiliki nuansa berbeda. Seluruh jajaran Kejaksaan diinstruksikan mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL), bukan Pakaian Dinas Upacara I (PDU-I) seperti yang lazim digunakan pada peringatan sebelumnya.

Pemilihan PDL tersebut bukan sekadar perubahan atribut atau pakaian upacara. Seragam tersebut memiliki makna filosofis sebagai simbol kesiapsiagaan insan Adhyaksa untuk selalu hadir, bekerja, dan memberikan pengabdian kapan pun negara dan masyarakat membutuhkan.

Peringatan Harlah Kejaksaan 2026 mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”

Tema tersebut menjadi penegasan tekad Korps Adhyaksa untuk terus membangun dan memperkuat kembali kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang mengedepankan integritas, keadilan, profesionalisme, dan pendekatan humanis.

“Setiap insan Adhyaksa adalah cermin institusi. Sikap, tutur kata, dan perilaku kita bukan sekadar mencerminkan diri pribadi, melainkan menentukan marwah dan kewibawaan Kejaksaan di mata publik,” tegas Kajati Sulsel saat membacakan amanat Jaksa Agung.

Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulsel juga menyampaikan tujuh perintah harian Jaksa Agung sebagai pedoman moral sekaligus profesional bagi seluruh insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas.

Pertama, menerapkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.

Kedua, mengembalikan kehormatan dan marwah Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang memberikan manfaat serta keadilan kepada masyarakat.

Ketiga, mendukung Asta Cita serta menyukseskan program prioritas dan direktif Presiden sesuai tugas dan fungsi Kejaksaan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Keempat, menggunakan hati nurani dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan.

Kelima, membangun sinergi yang harmonis serta mewujudkan kolaborasi produktif bersama kementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan.

Keenam, menjunjung tinggi kesederhanaan dalam bertugas dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan integritas dan keteladanan insan Adhyaksa.

Ketujuh, meningkatkan kepekaan terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan hukum sehingga mampu bertindak secara cepat dan tepat dalam menghadapi perubahan situasi.

Jadikan Harlah Momentum Perbarui Pengabdian

Pada bagian akhir amanat, Jaksa Agung mengajak seluruh elemen Kejaksaan menjadikan Harlah ke-81 sebagai titik tolak untuk memperbarui semangat pengabdian dan memperkuat dedikasi kepada bangsa dan negara.

Kejaksaan, sebagai salah satu ujung tombak sekaligus pengawal tegaknya kedaulatan hukum di Indonesia, memiliki amanah besar untuk memastikan hukum ditegakkan secara berintegritas, adil, profesional, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh insan Adhyaksa agar tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas secara formal, tetapi juga menjaga kepercayaan publik melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Terus bergerak, teguh dalam integritas, adil dalam penegakan hukum, dan setia mengabdi untuk negeri. Dirgahayu Kejaksaan Republik Indonesia!” tutup Kajati Sulsel mengakhiri pembacaan amanat Jaksa Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *