Jumat Curhat Polres Pangkep: Ruang Aspirasi Warga, Titik Temu Solusi”

BERITA, POLRI92 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polres Pangkep bersama masyarakat Kecamatan Pangkajene, Jumat pagi (9/5/25).

Mengangkat tema “Ciptakan Kedekatan yang Erat antara Polri dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan Pemerintah”, acara ini menjadi ruang terbuka bagi warga menyampaikan aspirasi dan keluhan secara langsung kepada jajaran kepolisian.

Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pangkajene, Jl. Andi Mappe, Kelurahan Padoang-doangan, kegiatan dihadiri oleh Wakapolres Pangkep Kompol Sugeng Suprijanto, S.Pd., M.H., beserta para pejabat utama Polres, unsur Muspika, para lurah se-Kecamatan Pangkajene, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda.

Acara diawali dengan sambutan dari Sekcam Pangkajene, Salmawati, S.Sos., M.M., yang mengapresiasi inisiatif Polres dalam membangun komunikasi dua arah dengan warga. Menyusul sambutan tersebut, Wakapolres menyampaikan pesan utama: Polri ingin lebih dekat dengan masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dialog dan penyelesai masalah sosial.

Dalam sesi tanya jawab, warga menyuarakan berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan publik, antara lain:

Maraknya ternak liar, terutama sapi, yang mengganggu lahan pertanian dan lalu lintas.

Penggunaan knalpot brong yang bising dan meresahkan.

Proses pembuatan SIM yang dianggap masih membingungkan oleh sebagian warga.

Pertanyaan tentang sistem tilang elektronik,  yang belum familiar di kalangan masyarakat.

Keresahan terhadap demonstrasi mahasiswa, yang dinilai kerap menimbulkan kemacetan.

Menanggapi hal tersebut, Kompol Sugeng menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani ternak liar. Ia juga menepis anggapan bahwa proses pembuatan SIM sulit, dan mengajak warga yang mengalami kendala untuk berkonsultasi langsung di Polres.

Mengenai knalpot brong, ia menegaskan bahwa Polres Pangkep aktif melakukan razia, dan kendaraan pelanggar hanya bisa diambil kembali setelah diganti dengan knalpot standar. Ia juga meluruskan persepsi terkait demonstrasi: “Kami pastikan setiap aksi unjuk rasa dikawal dengan humanis, agar tetap damai tanpa mengganggu ketertiban umum.”

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pangkep, AKP Suryanto, S.E., menjelaskan bahwa Pangkep kini menggunakan sistem *Tilang EndHand*—penindakan menggunakan perangkat mobile oleh petugas lapangan. Ia juga menyebut bahwa ada dua jenis tilang elektronik lain, yaitu Tilang Statis dan Enbord, yang akan diterapkan secara bertahap di daerah lain.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan bersama agar komunikasi antara warga dan aparat kepolisian semakin erat. *Jumat Curhat* diharapkan menjadi rutinitas yang memperkuat sinergi dan rasa saling percaya antara masyarakat dan Polri di Kabupaten Pangkep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *