PANGKEP – Persoalan sampah yang semakin kompleks di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) tidak lagi bisa diselesaikan oleh satu instansi semata. Dibutuhkan kolaborasi, komitmen, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan.
Semangat itulah yang menjadi ruh dalam kegiatan Coffee Morning Kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkep yang digelar di ruang rapat terbuka DLH, pada Senin (22/6/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum diskusi guna merumuskan langkah strategis penanganan sampah di daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pangkep Lukman bersama jajaran, Anggota DPRD Pangkep Syamsinar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kabag Pemerintahan, Camat Pangkajene, Camat Minasatene, Camat Bungoro, para Kepala Puskesmas, kepala sekolah, Ketua Lembaga Demokrasi Celebes (LDC) Syamsuddin Muji, pemerhati lingkungan dan pertanian, insan pers, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala DLH Pangkep, Lukman, menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan langkah awal membangun komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di Kabupaten Pangkep.
“DLH tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, melalui forum ini kita ingin menyamakan persepsi dan merumuskan solusi yang bisa dijalankan secara kolaboratif,” ujar Lukman.
Ia mengungkapkan, selama lima bulan terakhir dirinya terus melakukan pembenahan di tubuh DLH. Bersama seluruh jajaran, ia berupaya menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Karena itu, sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan hingga lingkungan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam gerakan perubahan perilaku dan budaya hidup bersih.
“Kita ingin masyarakat mulai mengolah sampahnya sendiri. Sekolah dan puskesmas memiliki peran penting dalam memberikan edukasi tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan,” katanya.
PMD Dorong Sampah Menjadi Sumber Ekonomi
Pada sesi diskusi, Kepala Dinas PMD Kabupaten Pangkep, Zulfahdli, menawarkan konsep penanganan sampah berbasis ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat desa secara langsung.
Ia memperkenalkan gagasan Gerakan Laskar Berlian Desa (Layanan Sampah Masyarakat Bersih Lingkungan Desa/Kelurahan) yang mengintegrasikan kegiatan gotong royong rutin dengan edukasi pemilahan sampah bernilai ekonomi.
Menurut Zulfahdli, paradigma lama yang hanya berorientasi pada pembuangan sampah harus segera diubah.
“Masalah sampah tidak selesai ketika diangkut ke TPA. Sampah baru benar-benar selesai jika mampu diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan optimalisasi TPS 3R di tingkat desa sebagai pusat pemilahan sampah sebelum dijemput oleh pihak swasta untuk diolah lebih lanjut. Dengan sistem tersebut, biaya operasional desa dapat ditekan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain sampah plastik, PMD juga mendorong pengembangan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan biogas, serta menghidupkan kembali program pengumpulan minyak jelantah yang memiliki nilai jual.
Syamsinar: Jangan Hanya Diskusi, Harus Ada Aksi Nyata
Sementara itu, Anggota DPRD Pangkep, Syamsinar, memberikan apresiasi atas inisiatif DLH yang berhasil mempertemukan berbagai pihak dalam satu forum kolaborasi.
Meski persoalan lingkungan bukan menjadi bidang utama Komisi II, Syamsinar menegaskan bahwa masalah kebersihan adalah kepentingan seluruh masyarakat yang harus mendapat perhatian bersama.
“Saya tidak melihat ini sebagai urusan komisi tertentu. Kalau menyangkut kepentingan masyarakat, kita semua harus hadir dan berkolaborasi,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar forum tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan menghasilkan langkah konkret yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Di hadapan para petugas kebersihan, Syamsinar juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan daerah. Ia berpesan agar seluruh petugas tetap menjaga semangat, disiplin, dan solidaritas dalam menjalankan tugas.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih tegas terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan, termasuk dengan memanfaatkan teknologi pengawasan seperti CCTV dan penguatan peran Satpol PP di titik-titik rawan pelanggaran.
“Kalau ada yang melanggar aturan, jangan takut memberikan sanksi. Semua ini demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah kita,” tegasnya.
LDC Soroti Produksi Sampah 140 Ton Per Hari
Masukan kritis juga datang dari Ketua Lembaga Demokrasi Celebes (LDC), Syamsuddin Muji. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Pangkep mencapai sekitar 140 ton per hari, dengan sekitar 30 ton berasal dari kawasan Pasar Mappasaile.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan pendekatan hilir berupa pengangkutan dan pembuangan ke tempat pemrosesan akhir.
“Persoalan sampah adalah masalah multidimensi yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. DLH tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri,” ujarnya.
Syamsuddin juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) yang telah dibangun dengan nilai investasi miliaran rupiah. Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan yang berjalan saat ini.
Sebagai solusi, LDC mengusulkan pembentukan forum kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Selain itu, ia mendorong penerapan proyek percontohan (pilot project) pengelolaan sampah berbasis desa yang dapat menjadi model bagi wilayah lainnya.
Komitmen Bersama Menuju Pangkep Bersih
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menghasilkan satu kesepahaman bahwa persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, desa, sekolah, puskesmas, komunitas lingkungan, media, dan masyarakat, Kabupaten Pangkep diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi.
Coffee Morning yang digagas DLH ini pun menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah menuju Pangkep yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan di masa mendatang.
Terakhir penandatanganan…Komitmen
Kami Para Stakeholder Dinas Lingkungan Hidup Berkomitmen Akan Menerapkan Budaya Bersih Secara Konsisten :
1. PENGELOLAAN SAMPAH: Membentuk Bank Sampah, Pilah Sampah Organik dan Anorganik, Hindari Membuang Sampah atau Limbah Sembarangan ke Sungai.
2. KERJA BAKTI RUTIN: Bersihkan Selokan Dan Lingkungan Sekitar Secara Berkala.
3. PENGHIJAUAN:Membuat Pengomposan, Melakukan Penanaman Pohon dan Buat Resapan Air di Lingkungan Sekitar.













