Kapolda Sulsel Resmi Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I T.A. 2026

BERITA, POLRI223 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-SULSEL | Langkah awal pembentukan generasi Bhayangkara masa depan resmi dimulai. Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel, Selasa (6/1/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, jajaran pendidik dan pengasuh SPN Polda Sulsel, serta Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Upi Djuhandhani bersama pengurus Bhayangkari Daerah Sulsel.

Sebanyak 940 siswa dinyatakan resmi mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I T.A. 2026 di SPN Polda Sulsel, setelah berhasil melalui seluruh tahapan seleksi yang ketat dan transparan.

Dalam amanat Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., yang dibacakan oleh Kapolda Sulsel, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah lulus seleksi dan dipercaya mengikuti pendidikan pembentukan.

Kalemdiklat Polri menegaskan bahwa rekrutmen Bintara Polri merupakan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas. Hal ini menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, dinamis, serta dalam upaya penanggulangan kejahatan berintensitas tinggi.

Selama menjalani pendidikan, para peserta didik akan dibentuk mental, kepribadian, dan karakter kebhayangkaraannya dengan berlandaskan nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya. Pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan personel Polri yang menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa pendidikan pembentukan Bintara Polri bukan sekadar proses transfer pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga pembentukan karakter insan Bhayangkara yang berperan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Selain itu, anggota Polri juga dituntut menjadi penjaga kehidupan, pembangun peradaban, serta pejuang kemanusiaan.

Di akhir amanatnya, Kapolda Sulsel berharap seluruh peserta didik dapat mengikuti pendidikan dengan penuh disiplin, menjunjung tinggi integritas dan moralitas, serta mampu menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan selamat, baik, dan lancar.

“Semoga para peserta didik kelak menjadi anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *