Kapolres Pangkep Hadiri Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial: Perkuat Sinergitas Pemerintah, TNI–Polri, dan Masyarakat

BERITA, POLRI124 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Kapolres Pangkep AKBP Muh. Husni Ramli, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial Sinergitas Pemerintah, TNI–POLRI Daerah Kabupaten Pangkep Tahun 2025 yang digelar pada Kamis, 11 Desember 2024, pukul 09.30 Wita di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Sinergitas Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Kabupaten Pangkep yang Aman, Ramah, dan Kondusif” ini resmi dibuka oleh Bupati Pangkep, Dr. H. Muh. Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si.

Potensi Konflik dan Peran TNI

Mayor Inf. Takdir dalam pemaparannya menjelaskan bahwa potensi konflik sosial seringkali berawal dari faktor ekonomi, terutama ketika masyarakat pendatang mencari sumber penghidupan di luar daerah asal sehingga memicu gesekan antar kelompok.

Ia menegaskan bahwa peran TNI dalam pencegahan konflik sosial telah diatur dalam UU No. 34 Tahun 2004, di mana TNI bertugas menjaga stabilitas nasional, termasuk meminimalisasi potensi konflik di masyarakat.

Kapolres Soroti Beragam Sumber Konflik

Dalam penyampaiannya, Kapolres Pangkep memaparkan beberapa sumber konflik di masyarakat, di antaranya:

Faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya

Konflik antarumat beragama

Perselisihan batas wilayah

Konflik antara masyarakat dan pelaku usaha

Distribusi sumber daya alam yang tidak merata

AKBP Husni Ramli menegaskan bahwa penanganan konflik sosial memiliki sejumlah tujuan utama, yaitu:

a. Menciptakan kehidupan yang aman

b. Memelihara kondisi damai

c. Meningkatkan toleransi

d. Menjaga keberlangsungan pemerintahan

e. Melindungi jiwa dan harta benda

f. Memulihkan kondisi pascakonflik

“Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam mencegah konflik sosial. Early warning dan early detection harus terus diperkuat bersama pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, dan masyarakat,” tegas Kapolres.

 

Peran Intelijen dalam Pencegahan Konflik

Perwakilan Kejaksaan juga memaparkan pentingnya peran intelijen keamanan melalui:

Deteksi dini potensi gangguan keamanan

Pendekatan sosial dan hukum

Metode ini dinilai efektif dalam mengidentifikasi potensi gangguan sejak awal sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan secara cepat dan tepat.

Peserta Hadir dari Berbagai Unsur

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan, di antaranya:

Bupati Pangkep Dr. H. Muh. Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si.

Kapolres Pangkep AKBP Muh. Husni Ramli, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla.

Mayor Inf. Takdir (mewakili Dandim 1421/Pangkep)

Harsady Hermawan, S.H., M.H. (Kejari Pangkep)

Kepala Badan Kesbangpol Irdas, S.H., M.H.

Kasat Intelkam Polres Pangkep AKP Suhardi, S.H.

Para Danramil, Camat, Lurah, dan Kepala Desa

Tokoh masyarakat serta perwakilan RW, RK, dan Kadus se-Kabupaten Pangkep

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam mencegah dan menangani potensi konflik sosial di Kabupaten Pangkep.

Acara berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh nuansa dialogis, mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan dan keamanan masyarakat Pangkep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *