Kapolres Pangkep Jadi Khatib Jumat di Masjid Nurul Iman, Tekankan Sholat sebagai Tiang Agama

BERITA, POLRI47 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP,Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menjadi khatib dalam pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Nurul Iman, Kampung Bulu-Bulu, Kelurahan Pa’bundukang, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Jumat (21/8/2026).

Dalam khutbahnya, Kapolres Pangkep mengangkat tema “Sholat Adalah Tiang Agama”. Ia mengajak para jamaah untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah sholat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

AKBP Aditya Pradana menyampaikan bahwa sholat tidak hanya merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam, tetapi juga memiliki nilai penting dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki akhlak yang baik.

“Sholat merupakan tiang agama. Dengan menjaga sholat, insyaallah kita dapat membangun kehidupan yang lebih baik, menjauhkan diri dari perbuatan tercela serta senantiasa berada di jalan yang diridai Allah SWT,” pesan AKBP Aditya dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan jamaah agar pelaksanaan sholat tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga diikuti dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama yang tercermin dalam kehidupan beragama juga dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, kehadiran Kapolres Pangkep sebagai khatib juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara jajaran kepolisian dengan masyarakat.

Kegiatan Salat Jumat berlangsung khidmat dan penuh suasana religius. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib hingga selesai.

Melalui momentum tersebut, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Pangkep semakin erat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang aman, damai, religius, dan harmonis.

Dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan menjaga silaturahmi, sinergi Polri dan masyarakat diharapkan semakin kokoh dalam mewujudkan Pangkep yang aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *