Kapolri dan Mentan Tinjau Gudang Bulog Bone: Perkuat Komitmen Swasembada Pangan di Bawah Panji Asta Cita

BERITA, POLRI129 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-BONE-SULSEL|  Dalam langkah konkret mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana diamanahkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman meninjau langsung Gudang Bulog Cabang Bone, yang terletak di Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulsel, pada Jumat (16/5/2025)

Kunjungan ini bukan sekadar agenda simbolik. Kapolri dan Mentan secara serius memantau kesiapan infrastruktur penyimpanan hasil panen jagung, sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari kelompok tani dan pemangku kepentingan yang hadir.

Dalam keterangannya, Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri sejak awal berkomitmen mendukung penuh program ketahanan pangan nasional, termasuk dengan mengerahkan sumber daya hingga ke lini bawah.

Polri tentunya sangat mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu pilar Asta Cita Presiden. Kami ingin mendorong keterlibatan masyarakat luas, termasuk personel kepolisian di lapangan, untuk turut serta dalam pendampingan pertanian,” ujar Kapolri.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan teknologi pertanian sebagai kunci percepatan swasembada pangan. Mulai dari sistem tanam hingga pascapanen, semuanya harus didorong menuju efisiensi dan produktivitas tinggi.

Kapolri juga menyampaikan kabar menggembirakan dari Menteri Pertanian bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan dana Rp5 triliun khusus untuk menyerap hasil panen. Hal ini sebagai bentuk perhatian serius terhadap kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan.

“Kami sudah instruksikan agar kepolisian dan pemerintah daerah berkolaborasi dalam mempersiapkan gudang-gudang penyimpanan yang layak dan memadai. Jangan sampai panen besar ini terbuang percuma karena keterbatasan logistik,” papar Sigit.

Dalam sesi dialog bersama kelompok tani, Kapolri menerima aspirasi mengenai kebutuhan alat pengering jagung (dryer) yang selama ini menjadi kendala utama petani untuk menjaga kualitas hasil panen.

“Permintaan alat pengering ini akan segera kami dorong agar bisa dipenuhi. Dengan alat pengering, kualitas jagung saat disimpan akan lebih baik, dan ini berdampak langsung pada nilai jualnya,” tutur Sigit.

Kunjungan ini merupakan bagian dari tur evaluasi Kapolri ke sejumlah wilayah strategis—mulai dari kawasan pertanian, industri hingga perkebunan—dalam rangka menyerap langsung dinamika lapangan serta mengidentifikasi potensi percepatan program pemerintah.

“Dari hasil kunjungan, kami melihat bahwa wilayah-wilayah berbasis pertanian mengalami peningkatan ekonomi yang signifikan. Ini adalah bukti bahwa investasi di sektor pangan adalah investasi untuk masa depan bangsa,”jelasnya.

Menutup keterangannya, Kapolri menyerukan ajakan nasional untuk bersatu dalam visi kemandirian pangan.

“Mari kita dorong terus semangat menanam, menjaga hasil panen, dan memperkuat kolaborasi. Dengan gotong royong, kita akan wujudkan Indonesia sebagai negara yang mandiri dan berdaulat dalam pangan, sebagaimana dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto,” tutup Kapolri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *