Kembali Terjadi Pencurian Rumah Ibadah, Amplifier dan Mixer Masjid Al Ikhlas Pangkep Raib, Polisi Lakukan Penyelidikan

BERITA, POLRI192 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKAJENE PANGKEP |Aksi pencurian kembali menyasar rumah ibadah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kali ini, Masjid Al Ikhlas yang berada di Jalan Poros Paccelang, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, menjadi sasaran pencurian amplifier dan mixer audio.

Peristiwa tersebut diketahui pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 04.15 Wita, menjelang pelaksanaan salat Subuh. Kejadian itu terungkap saat salah seorang jamaah, Jalaluddin, merasa heran karena azan Subuh di Masjid Al Ikhlas tidak terdengar, padahal biasanya azan berbunyi secara otomatis.

“Masjid lain sudah azan, tetapi Masjid Al Ikhlas tidak berbunyi seperti biasa. Saat dicek ke dalam, ternyata amplifier dan mixer sudah tidak ada di tempatnya,” ungkap saksi.

Mendapat laporan tersebut, sekitar pukul 06.30 Wita, personel Polsek Pangkajene yang dipimpin Ka SPKT AIPTU Afons bersama Kanit Bimmas, piket fungsi, serta Bhabinkamtibmas segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi.

Selain Jalaluddin (47), dua saksi lainnya yang dimintai keterangan yakni H. Abd Latif (49), pengurus Masjid Al Ikhlas, serta H. Lahae (58), selaku ketua masjid.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui barang yang hilang berupa satu unit amplifier warna hitam merek TOA senilai Rp2 juta dan satu unit mixer audio senilai Rp5 juta. Total kerugian yang dialami pihak masjid ditaksir mencapai Rp7 juta.

Diduga, pelaku masuk ke dalam masjid dengan cara melepas kaca jendela bagian depan, kemudian masuk ke ruang amplifier yang dalam kondisi tidak terkunci. Hingga saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Pihak Polsek Pangkajene mengimbau pengurus masjid dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada waktu-waktu rawan, serta memastikan fasilitas dan ruang penyimpanan peralatan masjid terkunci dengan baik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *