Masjid Wakaf Amran Sulaiman Rp1 Triliun Tutup Kubah, Ditargetkan Digunakan Umat 2027

BERITA, SOSIAL71 Dilihat

SHOOTLNEWS-MAKASSAR, Pembangunan Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Kota Makassar memasuki tahap akhir. Masjid yang dibangun melalui wakaf pribadi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut kini telah menyelesaikan pemasangan kubah, dengan progres fisik mencapai 98 persen.

Humas PT Tiran Grup sekaligus Direktur AAS Foundation, Rezki Mulyadi, mengatakan pekerjaan pembangunan saat ini difokuskan pada tahap finishing, baik bagian interior maupun eksterior.

“Progres fisik sudah 98 persen dan kubah sudah tertutup sepenuhnya. Saat ini tim fokus pada pekerjaan finishing, baik interior maupun eksterior, agar masjid segera siap digunakan,” ujar Rezki.

Masjid yang berada di belakang Kodam XIV/Hasanuddin, Panaikang, Makassar, itu mulai dibangun pada Oktober 2023. Nilai pembangunannya disebut mencapai Rp1 triliun.

Rezki menegaskan, seluruh biaya pembangunan masjid berasal dari dana pribadi Andi Amran Sulaiman dan tidak menggunakan dana sponsor.

“Ini murni wakaf pribadi Bapak Amran untuk umat. Tidak ada satu rupiah pun dana sponsor di dalamnya,” tegasnya.

Masjid tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 20 ribu jemaah. Pembangunannya dipersembahkan Amran Sulaiman untuk ibundanya, Hj. Andi Nurhadi.

Sejak peletakan batu pertama pada Oktober 2023, masjid ini diarahkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keumatan dan diharapkan menjadi salah satu pusat peradaban Islam di kawasan Indonesia Timur.

Rezki mengatakan, Amran ingin keberadaan masjid tersebut memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya umat Islam di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia.

“Bapak Amran ingin masjid ini hidup dan memberi manfaat luas bagi umat, bukan sekadar bangunan megah,” tuturnya.

Ia menambahkan, penyelesaian pembangunan terus dikebut agar masjid dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Targetnya, masjid tersebut paling lambat sudah dapat difungsikan pada 2027.

“Kami berupaya maksimal agar umat bisa segera beribadah di masjid ini. Target kami, paling lambat tahun 2027 masjid sudah dapat difungsikan,” katanya.

Menurut Rezki, pembangunan Masjid Hajjah Andi Nurhadi merupakan bagian dari komitmen filantropi yang selama ini dijalankan Amran Sulaiman.

Sebagai pengusaha asal Sulawesi Selatan, Amran disebut memiliki pandangan bahwa keberhasilan usaha juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Sejak awal merintis usaha, Bapak selalu berpesan bahwa rezeki yang diperoleh harus kembali kepada mereka yang membutuhkan. Bagi beliau, ukuran kesuksesan bukan seberapa besar harta yang dimiliki, melainkan seberapa banyak orang kecil yang terbantu,” ujar Rezki.

Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui AAS Foundation yang didirikan setelah Amran tidak lagi menjabat sebagai Menteri Pertanian pada 2019.

Sejak berdiri, AAS Foundation disebut menjalankan berbagai kegiatan sosial dan filantropi untuk membantu masyarakat kecil.

“AAS Foundation lahir dari keinginan Bapak agar kepedulian kepada masyarakat miskin berjalan terencana dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat,” jelas Rezki.

Rezki juga menyebut perkembangan usaha Amran setelah 2019 turut memperkuat kemampuan untuk menjalankan berbagai kegiatan sosial, termasuk pembangunan masjid tersebut.

“Setelah 2019, Bapak kembali fokus membesarkan usaha dan hasilnya terlihat dari pertumbuhan bisnis yang semakin kokoh. Sebagian dari hasil itulah yang beliau wakafkan untuk pembangunan masjid ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rezki juga menyinggung keputusan Amran ketika pertama kali dipercaya menjadi Menteri Pertanian pada 2014.

Saat itu, Amran memilih menutup perusahaan racun tikus miliknya, TIRAN (Tikus Diracun Amran), meski bisnis tersebut tengah berkembang dan menjadi salah satu sumber pendapatannya.

Menurut Rezki, keputusan tersebut diambil untuk menjaga batas antara kepentingan bisnis dan tanggung jawab sebagai pejabat negara.

“Beliau sangat menjaga batas antara bisnis dan tanggung jawabnya sebagai pejabat negara. Menutup usaha yang sedang tumbuh bukan keputusan mudah, tetapi beliau melakukannya demi menghindari konflik kepentingan,” tegas Rezki.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 98 persen dan pemasangan kubah yang telah rampung, Masjid Hajjah Andi Nurhadi kini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir sebelum dibuka dan dimanfaatkan masyarakat.

Masjid berkapasitas sekitar 20 ribu jemaah itu diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru kawasan Panaikang, Makassar, tetapi juga menjadi ruang ibadah dan pusat kegiatan keumatan bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *