Pangkep Jadi Tuan Rumah Pelatihan SAR Air Basarnas, 50 Peserta Ikuti Surface Water Rescue

BERITA, PEMDA PANGKEP156 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP |Upaya memperkuat kapasitas penanganan darurat di wilayah perairan terus dilakukan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar menggelar Pelatihan Potensi SAR Pertolongan di Permukaan Air (Surface Water Rescue) di Kabupaten Pangkep.Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri hingga organisasi terkait lainnya yang memiliki peran dalam penanganan kebencanaan dan kondisi darurat.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, di Aula Kantor Bupati Pangkep, Selasa (28/4/2026).

Dalam sambutannya, Yusran menyampaikan apresiasi kepada Basarnas atas kepercayaan menjadikan Pangkep sebagai lokasi pelatihan. Ia menilai, tidak semua daerah mendapatkan kesempatan tersebut.

“Tidak semua daerah dapatkan program ini, Alhamdulillah kami diberikan kesempatan menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pangkep siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada serta memanfaatkan kondisi geografis daerah yang didominasi wilayah perairan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan SDM Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Anggi Mulyo Satoto, menjelaskan bahwa program pelatihan potensi SAR merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia setiap tahunnya.

Namun, pada 2026, pelaksanaan pelatihan harus dibatasi akibat keterbatasan anggaran, sehingga hanya difokuskan di tiga wilayah, yakni barat, tengah, dan timur. Untuk wilayah tengah, Kabupaten Pangkep dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan.

Menurut Anggi, pemilihan Pangkep didasarkan pada tingginya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penanganan SAR, termasuk pengalaman saat penanganan kecelakaan pesawat ATR, serta adanya rencana kolaborasi pembangunan balai pelatihan SDM pencarian dan pertolongan di wilayah tersebut.

“Kami diberikan kesempatan untuk membangun balai pelatihan di wilayah ini. Alhamdulillah, pak Bupati memberikan lahannya,” ungkapnya.

Ia juga mengakui keterbatasan jumlah personel Basarnas secara nasional. Karena itu, para peserta diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan Basarnas dalam penanganan kondisi darurat, khususnya di wilayah perairan.

“Kami berharap, seminim apa pun yang kami berikan dapat bermanfaat sehingga menjadi perpanjangan tangan kami saat terjadi kondisi darurat,” jelasnya.

Ketua panitia pelaksana, Haris Supardi, menambahkan bahwa pelatihan akan berlangsung selama tiga hari, dengan rincian dua hari pemberian materi dan satu hari praktik lapangan.

“Giatnya tiga hari. Dua hari materi dan satu hari praktik lapangan di Danau Sehati, Tonasa,” jelasnya.

Setelah menerima materi, para peserta akan langsung mempraktikkan teknik penyelamatan, evakuasi, serta pemberian bantuan dalam simulasi kondisi nyata. Danau Sehati dipilih sebagai lokasi praktik karena memiliki kedalaman yang memadai dan telah sering digunakan untuk kegiatan serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *