PANGKEP, Pemerintah Kabupaten Pangkep resmi menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan dan jasa layanan perbankan syariah.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan layanan publik, khususnya sektor kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penandatanganan MoU berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL), Pimpinan Wilayah BSI Region X Makassar Sukma Dwie Priardi, Asisten I Setda Pangkep Thamrin, serta Kepala Cabang BSI Pangkep Nurbaeti.
Bupati Pangkep, MYL, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penandatanganan kerja sama tersebut. Menurutnya, nota kesepahaman itu menjadi payung hukum bagi berbagai bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pangkep dan BSI di masa mendatang.
Salah satu program yang tengah dipikirkan, kata MYL, adalah pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk puskesmas di Kabupaten Pangkep. Hal itu dinilai penting guna menyinkronkan kebutuhan pengadaan obat dan pelayanan kesehatan, terlebih sejumlah puskesmas kini telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Ke depan saya berpikir untuk SIMRS tapi untuk Puskesmas, karena memang kemarin ada harapan-harapan bagaimana kebutuhan Puskesmas seperti pengadaan obat dan juga pelayanan rumah sakit ini bisa sinkron. Kalau rumah sakit sendiri sudah menggunakan sistem Kemenkes. Ini yang menjadi pemikiran bagaimana dengan Puskesmas-puskesmas yang saat ini sudah berubah status menjadi BLUD,” ujar MYL.
Ia menilai, kolaborasi dengan BSI dapat menjadi solusi dalam mendukung penguatan sistem layanan kesehatan di tingkat puskesmas.
Selain sektor kesehatan, MYL juga mengapresiasi dukungan BSI terhadap masyarakat Pangkep, khususnya dalam pemberdayaan UMKM, pembangunan masjid, dan kegiatan sosial lainnya.
“Saya berterima kasih kepada pimpinan BSI terkait bantuan-bantuan seperti UMKM, masjid dan lainnya,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, MYL berharap BSI lebih aktif melakukan sosialisasi produk investasi emas kepada masyarakat. Menurutnya, minat masyarakat terhadap investasi emas cukup tinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah BSI Region X Makassar, Sukma Dwie Priardi, menegaskan komitmen BSI untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam pengembangan layanan keuangan syariah dan sektor pelayanan publik.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan penandatanganan MoU terkait jasa layanan keuangan bank syariah di Kabupaten Pangkep ini. Tentu bentuk kerja samanya akan banyak hal. BSI ingin menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pangkep,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini BSI telah menjalankan sejumlah program sosial dan keagamaan di Kabupaten Pangkep, termasuk pembangunan masjid dan program gerakan berhaji.
“Tentu hal-hal yang sudah kami lakukan, kami sudah membangun masjid, membuat gerakan berhaji dan ke depan tentu kami akan membuat sesuatu yang memberikan kontribusi yang baik untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep,” katanya.
Sukma juga mengungkapkan bahwa BSI memiliki fokus penguatan pada sektor kesehatan melalui kolaborasi dengan RSUD maupun puskesmas di daerah.
“Jadi kami memang punya fokus di health sector. Kami berkolaborasi dengan ekosistem kesehatan di pemerintah daerah, yaitu RSUD dan puskesmas,” jelasnya.
Menurutnya, bentuk dukungan yang diberikan meliputi workshop penyegaran aturan pengelolaan, penyediaan aplikasi keuangan yang mendukung audit laporan sesuai standar BPK, hingga penguatan sistem informasi rumah sakit.
“Kami buat aplikasi keuangan yang bisa mengaudit laporan keuangan dan dokumen pendukung sesuai standar BPK. Kemudian kami juga masuk di penguatan SIM RS, biasanya teman-teman rumah sakit menggunakan Khanza, service excellence maupun beberapa hal yang dibutuhkan untuk memperkuat pengelolaan BLUD khususnya RSUD dan puskesmas-puskesmas,” pungkasnya.







