Pemkab Pangkep Dorong Gerakan “GENTING” Cegah Stunting Lewat Kolaborasi Orang Tua Asuh

BERITA, PEMDA PANGKEP163 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Pemerintah Kabupaten Pangkep semakin serius dalam menanggulangi masalah stunting. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), digelar Rapat Koordinasi Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) sekaligus sosialisasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Selasa (3/6/2025).

Bertempat di ruang rapat Wakil Bupati Pangkep, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Pangkep, serta unsur TNI-Polri, BUMN, dan BUMD yang tergabung dalam program orang tua asuh.

Dalam arahannya, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh program GENTING sebagai bagian dari upaya nyata menciptakan generasi sehat bebas stunting.

“Pemerintah Kabupaten Pangkep berkomitmen mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting melalui sinergi lintas sektor. Ini bukan hanya program, tapi ikhtiar kita menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Bupati dua periode itu juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Yang layak dibantu, harus dibantu. Jangan sampai ada intervensi nepotisme. Saya tidak segan menegur pejabat yang menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan keluarganya,” tegas Yusran.

Kepala DP2KBP3A Pangkep, Nurlia Sanusi, menjelaskan bahwa Rakor ini menjadi momentum memperkuat sinergi semua pihak dalam menurunkan angka stunting melalui mekanisme orang tua asuh. Fokus utamanya adalah memberikan perlindungan dan bantuan langsung kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan batita.

“Peran orang tua asuh sangat krusial. Kita ingin semua pejabat, mulai dari kepala OPD hingga eselon 4, terlibat aktif. SK orang tua asuh sudah diterbitkan dan menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Sesuai Surat Keputusan yang diterbitkan, setiap kepala OPD diwajibkan memiliki minimal dua anak asuh, sementara pejabat eselon 3 dan 4 masing-masing satu anak. Dengan rata-rata satu OPD menangani 5–10 anak, program ini diharapkan mampu menjangkau ribuan anak stunting di seluruh wilayah Pangkep.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Pangkep tercatat sebesar 25,2%, turun 4,8% dari tahun sebelumnya yang mencapai 30%. Sementara itu, pemantauan status gizi melalui aplikasi EPPGBM Agustus 2024 mencatat angka stunting sebesar 9,3%.

Namun, data terbaru Februari 2025 menunjukkan masih terdapat 2.132 anak stunting yang tersebar di 13 kecamatan. Artinya, dibutuhkan 2.132 orang tua asuh untuk menjangkau seluruh anak terdampak tersebut.

Berikut sebaran jumlah anak stunting per kecamatan:

* **Liukang Tangaya:** 166 anak

* **Liukang Kalmas:** 51 anak

* **Liukang Tupabiring:** 118 anak

* **Pangkajene:** 242 anak

* **Balocci:** 70 anak

* **Bungoro:** 336 anak

* **Labakkang:** 349 anak

* **Ma’rang:** 274 anak

* **Segeri:** 128 anak

* **Minasatene:** 191 anak

* **Mandalle:** 55 anak

* **Tondong Tallasa:** 68 anak

* **Liukang Tupabiring Utara:** 84 anak

Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Kabupaten Pangkep optimis mampu menekan angka stunting secara signifikan. Program GENTING bukan hanya tentang bantuan, tapi juga bentuk empati sosial dan investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Pangkep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *