SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan kembali memperkuat komitmen menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Konflik Sosial Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di ruang pola lantai II Kantor Bupati Pangkep ini dibuka langsung oleh Bupati Dr. H. Muh. Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., Kamis (11/12/25).
Dalam sambutannya, Bupati Yusran Lalogau menegaskan bahwa keberagaman di Pangkep merupakan kekuatan, namun juga membutuhkan pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan gesekan sosial.
“Menjaga kerukunan adalah tanggung jawab kita semua. Aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga sosial hingga masyarakat luas harus bersinergi dalam mencegah dan menangani konflik. Sosialisasi ini menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman agar potensi konflik dapat diatasi sebelum membesar,” ujarnya.
Setelah sambutan Bupati, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari para pemateri utama, yaitu Dandim 1421 Pangkep, Kapolres Pangkep, FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Kabupaten Pangkep, serta Kepala Bakesbangpol Pangkep.
Dandim 1421 Pangkep: Perkuat Deteksi Dini dan Sinergi Antar Aparat
Perwakilan Dandim 1421 Pangkep menekankan pentingnya deteksi dan cegah dini, terutama dalam mengantisipasi konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah.
“Perlu ada komunikasi aktif antara TNI, Polri, aparat pemerintah hingga tokoh masyarakat. Keterlibatan semua unsur sangat menentukan keberhasilan dalam mencegah potensi konflik,” tegasnya.
Kapolres Pangkep: Kedepankan Dialog, Tolak Kekerasan
Sebagai pembicara utama, Kapolres Pangkep AKBP Husni Ramli, S.I.K., M.Tr.Ops.La memaparkan strategi kepolisian dalam mencegah konflik melalui pendekatan humanis.
“Toleransi, pemahaman hukum dan kemampuan mediasi adalah kunci utama. Setiap persoalan harus diselesaikan lewat dialog, bukan dengan kekerasan. Polres Pangkep siap bersinergi dengan seluruh stakeholder dari pusat hingga desa untuk menjaga keamanan daerah,” ucap Kapolres.
FKUB Pangkep: Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama
FKUB Pangkep menyoroti pentingnya pencegahan konflik berbasis perbedaan keyakinan yang kerap menjadi pemicu gesekan di berbagai daerah.
“Kerukunan antar umat beragama harus dijaga dengan komunikasi yang baik. Forum ini terus mendorong dialog lintas agama agar tidak ada ruang bagi provokasi atau kesalahpahaman,” jelas perwakilan FKUB.
Kesbangpol Pangkep: Bangun Awareness dan Edukasi Publik
Kepala Bakesbangpol Pangkep memaparkan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Kesbangpol mendorong seluruh aparat pemerintah dan tokoh masyarakat untuk memahami mekanisme penanganan konflik. Edukasi seperti ini penting agar setiap pihak memiliki peran dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, camat, kasi trantib, kapolsek, danramil, kepala desa serta lurah se-Kabupaten Pangkep. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap tercipta kesamaan pandangan dan langkah dalam mencegah serta menangani potensi konflik sosial di Pangkep.













