Penanaman Mangrove di Bulu Cindea, Langkah Nyata Pangkep Kembangkan Wisata Berbasis Lingkungan

BERITA, PEMDA PANGKEP117 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata lokal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kegiatan penanaman pohon mangrove yang berlangsung di pesisir Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Kegiatan ini diwarnai antusiasme tinggi dari berbagai pihak dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah. Tampak hadir Bupati Pangkep Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., Wakil Bupati Drs. H. Abd Rahman Assagaf, Dandim 1421/Pangkep Letkol Inf. Fajar, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda, perwakilan dari Polres Pangkep, anggota DPD, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Yusran Lalogau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Pangkep untuk menjadikan kawasan pesisir Bulu Cindea sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan atau eco-tourism. Sekitar 200 bibit pohon mangrove ditanam secara simbolis sebagai tahap awal program tersebut.

“Penanaman mangrove ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah abrasi pantai, tetapi juga untuk menciptakan kawasan hijau yang bisa menjadi ikon baru bagi masyarakat Bulu Cindea. Ke depan, kawasan ini akan kami dorong menjadi destinasi wisata mangrove yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar,” ujar Bupati Yusran.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat desa, dan masyarakat dalam merawat tanaman yang telah ditanam. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain sebagai pelindung alami dari gelombang laut dan abrasi, hutan mangrove juga berperan penting sebagai habitat berbagai jenis biota laut dan burung. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem pesisir.

Dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa program pengembangan wisata lingkungan yang melibatkan partisipasi masyarakat memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkelanjutan. Desa Bulu Cindea pun diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa pesisir lainnya dalam menjaga alam sekaligus mengoptimalkan potensi wisata lokal.

Sebagai penutup, dilakukan penanaman mangrove secara simbolis oleh para pejabat dan tokoh masyarakat, dilanjutkan dengan diskusi santai mengenai pengelolaan kawasan mangrove sebagai destinasi wisata edukatif ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *