Penutupan Orientasi Kepemimpinan: 63 Kepala Desa Pangkep Siap Menjadi Motor Perubahan di Desa

BERITA, PEMDA PANGKEP201 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP |Di bawah langit cerah Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, suasana tampak khidmat dan penuh semangat. Lapangan Balai Diklat Hutan Lindung menjadi saksi penutupan kegiatan Orientasi Kepemimpinan Kepala Desa se-Kabupaten Pangkep. Minggu (22/6/25)

Adalah sebuah momentum penting yang dirancang untuk membentuk pemimpin desa yang tangguh, visioner, dan berjiwa pengabdian.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Pangkep, Drs. H. Abd Rahman Assagaf, M.I.Kom., yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara. Upacara penutupan turut diwarnai dengan kehadiran sejumlah tokoh dan pejabat daerah, serta didukung penuh oleh jajaran TNI dari Kodim 1421/Pangkep.

Sebanyak 63 kepala desa dari 65 desa di Kabupaten Pangkep mengikuti kegiatan ini dengan antusias, sementara dua lainnya berhalangan hadir karena tengah menjalankan ibadah haji.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pangkep menekankan bahwa orientasi ini lebih dari sekadar pelatihan administratif. “Ini adalah ruang pembaruan semangat dan refleksi diri. Para kepala desa adalah wajah pertama pemerintah yang hadir di tengah masyarakat. Dari sinilah inovasi dan perubahan harus bermula,” ucap Rahman Assagaf di hadapan para peserta.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh kepala desa peserta orientasi menerima sertifikat penghargaan, simbol telah selesainya proses pembekalan yang padat namun penuh makna.

Orientasi ini dirancang untuk memberikan bekal strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan desa ke depan. Di antara fokus utama yang disoroti dalam sesi-sesi pelatihan antara lain:

* Pendirian Koperasi Merah Putih sebagai instrumen ekonomi kerakyatan,

* Program penanganan stunting dan peningkatan kualitas pendidikan anak,

* Penguatan ketahanan pangan desa dan inovasi PADes (Pendapatan Asli Desa),

* Peningkatan pelayanan publik berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Mari kita jadikan orientasi ini sebagai titik tolak menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun kepercayaan dan harapan masyarakat,” lanjutnya.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong begitu terasa selama kegiatan ini berlangsung. Selain pembekalan materi teknis, para peserta juga terlibat dalam diskusi interaktif, simulasi lapangan, hingga refleksi bersama untuk menyatukan visi sebagai pemimpin akar rumput.

Kegiatan ditutup tepat pukul 11.00 WITA dengan semangat baru yang terpancar dari wajah-wajah para kepala desa. Mereka kembali ke desa masing-masing membawa bekal ilmu, semangat kolaborasi, dan tekad kuat untuk membangun daerah dari bawah, dari desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *