Pesan Menag Saat Tutup MTQ KORPRI di Pangkep: ASN Harus Mempermudah, Bukan Mempersulit Pelayanan

BERITA, NASIONAL43 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP,  Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026 di Tribun Citra Mas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu Malam, 29 Agustus 2026.

Penutupan MTQ VIII KORPRI Nasional tersebut dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Pusat Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Bupati Pangkep Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., Wali Kota Makassar H. J. Munafri Arifuddin, S.H., jajaran pejabat kementerian dan lembaga, kepala daerah, Dewan Hakim serta ribuan kafilah KORPRI dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ VIII KORPRI Nasional di Sulawesi Selatan, terutama Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kabupaten Pangkep dan Pemerintah Kota Makassar.

Ia juga memberikan penghargaan kepada Dewan Pengawas dan Dewan Hakim yang telah menjalankan tugas secara profesional selama seluruh rangkaian perlombaan.

Namun, bagi Menteri Agama, makna MTQ tidak berhenti pada persoalan siapa yang keluar sebagai juara.

Menurutnya, seluruh peserta pada hakikatnya telah memperoleh keberkahan dan nilai ibadah karena telah membaca, mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an.

“Selain piala, para peserta juga mendapatkan limpahan pahala. Setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dan dihafalkan bernilai ibadah di sisi Allah,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya.

Ia menegaskan, prestasi dalam MTQ bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an tersebut diterapkan setelah perlombaan berakhir.

“Jangan sampai setelah MTQ selesai, selesai pula semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Yang kita harapkan adalah nilai Al-Qur’an itu hidup dalam diri kita,” pesannya.

Nasaruddin secara khusus mengajak ASN yang tergabung dalam KORPRI untuk tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai karakter dalam bekerja.

Ia mendorong lahirnya ASN yang mampu menjadi “living Quran”, yakni pribadi yang nilai-nilai Al-Qur’an tercermin dalam sikap, perilaku dan cara memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“ASN harus menjadi penjernih suasana, bukan pengeruh. Menjadi penghubung, bukan pemisah. Menjadi moderator, bukan provokator. Menjadi problem solver, bukan problem maker,” tegasnya.

Pesan tersebut, lanjut Nasaruddin, harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan publik yang nyata.

“Mempermudah dan mempercepat pelayanan publik, bukan mempersulit atau memperlambat,” menjadi salah satu penekanan Menteri Agama.

Menurutnya, prinsip tersebut sangat erat kaitannya dengan pesan Al-Qur’an, khususnya Surah An-Nisa ayat 58 mengenai amanah dan keadilan.

Karena itu, ASN dituntut tidak hanya memahami nilai agama secara tekstual, tetapi mampu menerjemahkannya dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Kalau Al-Qur’an sudah hidup dalam diri seorang ASN, maka masyarakat akan merasakan kehadiran nilai Al-Qur’an melalui pelayanan yang diberikan,” demikian pesan yang ditekankan dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar juga menyoroti karakter masyarakat Pangkep sebagai daerah kepulauan yang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal.

Ia mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan budaya Bugis-Makassar, seperti sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi, yang mengajarkan pentingnya saling menghargai, saling mengingatkan dan saling memuliakan.

Ungkapan “Rebba sipatokkong, mali siparappe, malilu sipakainge” juga menjadi bagian dari pesan kebersamaan yang disampaikan. Nilai tersebut menggambarkan semangat untuk saling menopang ketika jatuh, saling membantu ketika menghadapi kesulitan serta saling mengingatkan ketika berada dalam kekeliruan.

Nasaruddin menilai nilai-nilai kearifan lokal tersebut memiliki relevansi kuat dengan semangat Al-Qur’an dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Menteri Agama juga mengapresiasi pelaksanaan MTQ KORPRI yang mempertemukan ASN dari berbagai daerah dengan latar belakang suku, budaya dan karakter yang beragam.

Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dirawat dalam bingkai persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Indonesia adalah negara kepulauan dengan keberagaman yang luar biasa. Tetapi keberagaman itu justru menjadi kekuatan ketika kita mampu menjaga persatuan dan saling menghargai,” pesan Nasaruddin.

Ia juga menilai pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional memberikan dampak positif bagi daerah tuan rumah. Kehadiran ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah turut menggerakkan UMKM, perdagangan, perhotelan, transportasi dan sektor ekonomi masyarakat.

Atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut, Nasaruddin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Pusat Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh serta seluruh jajaran yang telah mendukung pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Pangkep sebagai bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.

Setelah menyampaikan sambutannya, Menteri Agama secara resmi menutup MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian kompetisi sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai utama MTQ bukan hanya meraih piala, tetapi bagaimana Al-Qur’an benar-benar hadir dalam perilaku dan pengabdian para ASN.

Dengan demikian, para kafilah diharapkan pulang ke daerah masing-masing tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga membawa semangat untuk menjadi ASN yang amanah, profesional, berintegritas dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *