PMII Pangkep Gelar Aksi Soroti Krisis Energi, DPRD Siapkan RDP 17 September

BERITA, POLRI83 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pangkep menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Senin (14/9/2026).Aksi yang dipimpin Jenlap Amar Ma’ruf tersebut diikuti sekitar 16 orang massa aksi. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait persoalan kelistrikan, kelangkaan LPG 3 kilogram, BBM bersubsidi, hingga dugaan penyalahgunaan distribusi energi.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.35 WITA di Perempatan Taman Musyafir, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene. Massa secara bergantian menyampaikan orasi mengenai kondisi energi yang dinilai berdampak terhadap masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Dalam aksinya, PMII menuntut evaluasi total terhadap kinerja PLN serta meminta penghentian pemadaman listrik bergilir. Mereka juga meminta adanya mekanisme kompensasi bagi masyarakat maupun pelaku UMKM yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik, termasuk kerusakan perangkat elektronik.

Selain persoalan listrik, massa juga mendesak pemerintah dan pihak terkait mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram serta memastikan BBM dan LPG bersubsidi tepat sasaran dan tersedia sesuai ketentuan.

PMII turut meminta pemerataan energi subsidi, khususnya bagi masyarakat kepulauan, nelayan, petani, dan masyarakat kurang mampu. Mereka juga mendesak keterbukaan data kuota BBM subsidi di Kabupaten Pangkep.

Tuntutan lainnya adalah pemberantasan praktik penimbunan dan penyalahgunaan distribusi BBM maupun LPG bersubsidi. PMII meminta aparat penegak hukum mengusut jika ditemukan indikasi kecurangan dalam distribusi energi.

Sekitar pukul 14.50 WITA, massa kemudian bergeser ke depan Mako Polres Pangkep untuk menyampaikan aspirasi. Massa diterima Wakapolres Pangkep Kompol Sudarmin, S.Sos., pada pukul 15.15 WITA.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres menyampaikan bahwa pihak kepolisian siap menindaklanjuti apabila ditemukan oknum yang memanfaatkan situasi kelangkaan BBM untuk kepentingan tertentu.

“Polres Pangkep siap menindaklanjuti setiap informasi maupun laporan apabila ada oknum yang memanfaatkan situasi yang mendesak seperti kelangkaan BBM ini. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kompol Sudarmin.

Usai menyampaikan aspirasi di Mapolres, massa kembali bergeser menuju Kantor DPRD Pangkep. Sekitar pukul 15.35 WITA, massa memasuki ruang rapat lantai I DPRD Pangkep untuk melakukan audiensi dan diterima langsung Ketua DPRD Pangkep H. Haris Gani, S.Sos., M.Si.

Dalam audiensi tersebut, Haris Gani menyampaikan bahwa DPRD Pangkep telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda se-Sulawesi Selatan pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WITA untuk membahas persoalan energi.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Pertamina, terdapat penambahan pasokan untuk wilayah Makassar selama lima hari. Sementara itu, Bupati Pangkep juga telah meminta agar penambahan pasokan turut diberikan untuk wilayah Kabupaten Pangkep.

“Kami di DPRD Pangkep berterima kasih atas perhatian dan kepedulian mahasiswa yang terus mengawal persoalan ini. Kami berharap PMII juga dapat hadir dalam RDP yang akan kami laksanakan pada pekan ini,” ujar Haris Gani.

Menurutnya, DPRD Pangkep juga akan mengagendakan pertemuan dengan para pelaku usaha SPBU serta sejumlah pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan distribusi energi yang terjadi.

Sementara itu, perwakilan PMII meminta agar pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pengelolaan dan distribusi BBM, termasuk pengelola SPBU, dihadirkan dalam RDP.

“Kami meminta pihak SPBU hadir dalam RDP karena kami ingin mempertanyakan secara langsung mengapa persoalan seperti ini bisa terjadi. Kami akan menunggu informasi dari DPRD terkait RDP bersama pihak-pihak yang tercantum dalam surat tuntutan kami,” kata perwakilan PMII.

DPRD Pangkep selanjutnya menyampaikan akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis, 17 September 2026, dengan mengundang pihak-pihak terkait serta PMII untuk membahas secara bersama-sama persoalan kelangkaan BBM, LPG, dan stabilitas energi di Kabupaten Pangkep.

Dalam pengamanan aksi tersebut turut hadir Wakapolres Pangkep Kompol Sudarmin, S.Sos., Kabag Ops Kompol Nasri, S.Sos., Kasat Intelkam AKP Suhardi, S.H., Kasat Samapta AKP Irsal, S.H., Kanit Sosbud Aipda Akramsyah, S.H., serta personel Polres Pangkep.

Seluruh rangkaian aksi berakhir sekitar pukul 16.00 WITA. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan situasi selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *