Polda Sulsel Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak, Utamakan Keselamatan di Tengah Aksi Penyampaian Aspirasi

BERITA, POLRI58 Dilihat

SHOOTLNEWS-MAKASSAR,Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian, komunikasi, dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di tengah adanya kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan situasi tidak kondusif.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama masyarakat untuk memastikan keselamatan anak sekaligus menjaga agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami risiko serta mengutamakan kepentingan masa depan dan keselamatan mereka,” ujar Kombes Pol. Didik Supranoto dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun, anak-anak tetap perlu mendapatkan pendampingan dan pemahaman yang cukup agar tidak terjebak dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Kombes Pol. Didik juga mengajak para orang tua membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak serta mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka, terutama ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di wilayah tertentu.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan. Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, upaya menjaga keselamatan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, serta lingkungan pendidikan.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.

Polri berharap para orang tua dapat mengambil peran aktif dalam mendampingi dan mengawasi anak-anak, sehingga mereka terhindar dari potensi bahaya dan tetap dapat menjalani aktivitas secara aman, positif, serta tidak terlibat dalam situasi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *