SHOOTLINENEWS ID-PANGKEP | Dalam upaya menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas kinerja kepada publik, Kepolisian Resor (Polres) Pangkep, Polda Sulawesi Selatan, secara resmi menggelar Press Release Akhir Tahun 2025,di Aula Andi Mappe, Selasa, 30 Desember 2025.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Pangkep, AKBP Muhammad Husni Ramli, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, didampingi Kabag Ops Polres Pangkep Kompol Nasri, S.Sos., Kasat Reskrim AKP Muh. Saleh, S.E., M.H., Kasat Lantas AKP Adnan Leppang, S.H., M.H., Kasat Narkoba AKP Abdul Halim, S.H., Kasat Polairud AKP Nompo, S.H., M.H., serta Kasi Humas Polres Pangkep AKP Imran, S.H.
Press release akhir tahun ini menjadi momentum penting bagi Polres Pangkep untuk memaparkan laporan komprehensif mengenai kinerja sepanjang tahun 2025. Laporan tersebut mencakup capaian pengungkapan kasus, evaluasi pelaksanaan tugas, analisis situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta berbagai prestasi yang berhasil diraih.
Kapolres Pangkep AKBP Muhammad Husni Ramli menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan terbagi ke dalam tujuh aspek utama, meliputi aspek pembinaan, aspek operasional, pelaksanaan operasi kepolisian sepanjang tahun 2025, upaya peningkatan kepercayaan publik, serta program dan inovasi Polres Pangkep.
Sepanjang tahun 2025, Polres Pangkep telah melaksanakan berbagai operasi kepolisian, baik operasi terpusat seperti Operasi Lilin dan Operasi Ketupat 2025, maupun operasi kewilayahan seperti Operasi Mantap Praja Pallawa, Operasi Keselamatan Pallawa, Operasi Pekat Lipu, Operasi Antik Lipu, serta Operasi Zebra 2025. Seluruh operasi tersebut bertujuan menjaga stabilitas keamanan, khususnya dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, arus mudik dan balik Natal, serta pengamanan tempat ibadah.
Kegiatan pengamanan tersebut melibatkan total 408 personel yang terdiri dari 30 personel TNI, 268 personel Polri, dan 110 personel dari unsur terkait lainnya.
Dalam bidang penanganan tindak pidana, secara keseluruhan jumlah perkara pada tahun 2025 tercatat sebanyak 445 kasus dengan tingkat penyelesaian mencapai 93,3 persen atau 415 kasus. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 470 kasus dengan tingkat penyelesaian 94 persen atau 442 kasus, sehingga terjadi penurunan sebanyak 24 kasus atau 5,1 persen, dan penurunan tingkat penyelesaian sebesar 0,7 persen.
Untuk kasus pencurian dengan pemberatan (curat), sepanjang tahun 2025 terjadi peningkatan jumlah kasus dari 12 kasus pada tahun 2024 menjadi 17 kasus pada tahun 2025 atau naik sebanyak 5 kasus (23,4 persen). Namun demikian, tingkat penyelesaian kasus curat justru mengalami penurunan, dari 20 kasus yang berhasil diselesaikan pada tahun 2024 menjadi hanya 7 kasus pada tahun 2025.
Sementara itu, data kamtibmas Polres Pangkep menunjukkan kabar positif pada beberapa kategori kejahatan. Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mengalami penurunan signifikan dari 30 kasus pada tahun 2024 menjadi 14 kasus pada tahun 2025, atau turun sebanyak 17 kasus (54,8 persen). Kasus pencurian secara umum juga menurun dari 95 kasus pada tahun 2024 menjadi 85 kasus pada tahun 2025, atau turun 10 kasus (10,5 persen).
Di bidang penipuan, Polres Pangkep mencatat dinamika yang cukup signifikan. Pada satu sisi, jumlah kasus penipuan meningkat dari 31 kasus pada tahun 2024 menjadi 58 kasus pada tahun 2025, atau naik 27 kasus (46,5 persen). Namun di sisi lain, tingkat penyelesaian kasus penipuan justru mengalami lonjakan signifikan, dari hanya 3 kasus yang terselesaikan pada tahun 2024 menjadi 34 kasus pada tahun 2025.
Dalam penanganan kasus narkotika, Polres Pangkep juga mencatat tren positif. Pada tahun 2024, tercatat 34 kasus dengan 51 tersangka serta barang bukti berupa 29,6739 gram sabu dan 1.936 butir obat daftar G. Pada tahun 2025, jumlah laporan meningkat menjadi 34 kasus, dengan 32 kasus telah berhasil diselesaikan dan 2 kasus masih dalam proses penyidikan. Barang bukti yang diamankan meliputi 24,1436 gram sabu dan 1.177,5 butir obat daftar G.
Di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polres Pangkep memaparkan adanya tren penurunan signifikan pada angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Pada tahun 2024 tercatat 293 kasus kecelakaan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 314 kasus. Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan dari 49 orang pada tahun 2024 menjadi 47 orang pada tahun 2025. Korban luka berat tidak ditemukan pada kedua tahun tersebut, sementara korban luka ringan mengalami peningkatan dari 353 orang menjadi 389 orang.
Total kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga menurun dari Rp753.200.000 pada tahun 2024 menjadi Rp641.800.000 pada tahun 2025.
Menutup press release akhir tahun, Kapolres Pangkep menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengabdi sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Ia juga mengharapkan dukungan serta pengawasan dari seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan Polres Pangkep yang semakin dipercaya dan mampu memenuhi harapan publik.
“Ke depan, dengan tekad dan komitmen yang kuat, kami berharap dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Polres Pangkep yang profesional, transparan, dan akuntabel,” tutup Kapolres.
Kapolres Pangkep juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder, masyarakat, dan insan pers atas kritik, saran, serta partisipasi konstruktif yang telah diberikan selama ini.













