Proses Identifikasi Korban KM Nurul Salsa Berlanjut, Biddokkes Polda Sulsel Terima Satu Jenazah untuk DVI

BERITA, POLRI58 Dilihat

MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) kembali menerima satu jenazah korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa untuk menjalani proses identifikasi lanjutan. Jenazah tersebut akan diidentifikasi menggunakan metode Disaster Victim Identification (DVI) guna memastikan identitas korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Biddokkes Polda Sulsel, yang dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kakansar Makassar Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA, Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. drg. Ahmad Fauzi, M.M., GDFO., Sp.OF., Subsp.IOF.(K), serta Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel. pada Jumat (24/7/2026),

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Didik Supranoto mengungkapkan bahwa jenazah terbaru ditemukan di wilayah Pulau Matalaang sebelum dievakuasi ke Makassar untuk menjalani proses identifikasi.

“Jenazah yang ditemukan telah diserahterimakan dan akan dilakukan identifikasi lebih lanjut. Dari 17 orang yang sebelumnya dinyatakan dalam pencarian, hingga saat ini telah ditemukan tiga orang, sehingga masih terdapat 14 orang yang masih dalam proses pencarian,” ujarnya.

Kabid Humas juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan kelancaran proses pencarian agar seluruh korban segera ditemukan. Di sisi lain, penyelidikan terkait insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa masih terus berlangsung. Hingga kini, penyidik telah memeriksa sebanyak 25 orang saksi.

Sementara itu, Kakansar Makassar Muhammad Arif Anwar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan bahwa operasi pencarian telah memasuki hari ke-10 atau hari ketiga masa perpanjangan operasi SAR.

Menurutnya, sesuai prosedur standar, operasi pencarian dilaksanakan selama tujuh hari. Namun, setelah dilakukan evaluasi bersama pemerintah daerah, keluarga korban, dan atas arahan pimpinan Basarnas, operasi diperpanjang selama tiga hari.

“Hari ini merupakan hari terakhir dari masa perpanjangan operasi tersebut,” katanya.

Muhammad Arif menambahkan, hingga saat ini tim SAR telah berhasil mengevakuasi 58 orang dalam keadaan selamat, sementara korban meninggal dunia tercatat sebanyak empat orang. Dari jumlah tersebut, satu korban tidak menjalani proses identifikasi DVI karena meninggal dunia saat proses evakuasi berlangsung.

Ia juga menyampaikan bahwa pada sore hari akan dilakukan evaluasi lanjutan untuk membahas kemungkinan perpanjangan operasi. Namun, sesuai instruksi pimpinan Basarnas pusat, operasi SAR dijadwalkan ditutup sementara pada hari ke-10.

Meski demikian, apabila di kemudian hari terdapat laporan penemuan korban, Basarnas akan kembali membuka operasi dengan status operasi evakuasi, bukan lagi operasi pencarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *