PT PKM Terapkan Pensiun Dini Usia 50 Tahun, 127 Karyawan Ikut Program Efisiensi

BERITA753 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Manajemen PT PKM, salah satu perusahaan terbesar yang berafiliasi dengan Semen Tonasa, resmi menerapkan kebijakan pensiun dini pada usia 50 tahun sebagai bagian dari strategi pemulihan keuangan perusahaan. Total sebanyak 127 karyawan akan mengikuti program ini, sebagai langkah efisiensi yang diharapkan mampu menstabilkan kondisi finansial perusahaan.

Langkah ini tidak serta-merta terjadi tanpa dinamika. Sebelum digelar pertemuan mediasi resmi antara manajemen, serikat pekerja, dan Dinas Tenaga Kerja, sebanyak 67 karyawan lebih dahulu mengundurkan diri secara sukarela, difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Bontoa Bersatu yang turut berperan dalam membangun komunikasi konstruktif.

Hasil akhir dari pertemuan mediasi menyepakati bahwa seluruh 127 karyawan yang memenuhi syarat usia 50 tahun bersedia menerima program pensiun dini. Ini menjadi pencapaian awal yang penting bagi manajemen dalam rangka menyelamatkan dan menata ulang arah bisnis perusahaan, hal ini disampaikan Staff Humas PT PKM Aguslam, pada media ini Kamis (3/7/25)

Direktur Utama PT PKM, Andi Udin Fahruddin, didampingi oleh jajaran manajemen seperti Direktur Keuangan Amiruddin, Direktur Teknik Asrizal menegaskan bahwa langkah efisiensi ini bukan semata-mata pemangkasan, melainkan strategi jangka panjang agar perusahaan tetap bertahan dan kembali produktif.

“Kami sangat menghargai kontribusi para karyawan yang telah dengan legawa mengikuti program ini. Ini adalah bagian dari langkah realistis kami untuk menyelamatkan perusahaan dan membuka jalan bagi peluang baru ke depan,” ujar Andi Udin.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa PT PKM tengah melakukan konsolidasi agar dapat kembali mengambil proyek-proyek besar dari Semen Tonasa, yang selama ini menjadi mitra utama. Jika hal itu terealisasi, manajemen berkomitmen untuk memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal, khususnya warga sekitar perusahaan di Kabupaten Pangkep.

Masyarakat di sekitar perusahaan pun menyambut positif langkah ini. Sebagai perusahaan besar di kawasan tersebut, banyak warga menggantungkan harapan besar kepada PT PKM agar dapat kembali berjaya dan menjadi solusi bagi minimnya lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.

“Kami optimis, ketika perusahaan mendapat proyek-proyek besar kembali, kami akan membuka lapangan kerja bagi warga Pangkep, khususnya yang ada di lingkungan sekitar perusahaan,” tegas Andi Udin.

Dengan langkah efisiensi yang telah berjalan dan komitmen untuk bangkit, publik kini menaruh harapan besar agar PT PKM segera kembali menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Pangkep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *