PWI Pangkep Dorong Penguatan Literasi Digital di Hari Literasi Internasional

BERITA261 Dilihat

SHOOTLINENEWS-ID-PANGKEP | Dunia memperingati Hari Literasi setiap 8 September  Internasional sebagai momentum penting untuk menegaskan kembali arti literasi dalam kehidupan masyarakat modern. Tahun ini, perhatian tidak hanya tertuju pada literasi membaca dan menulis, tetapi juga pada literasi informasi dan literasi digital yang menjadi tantangan utama di era teknologi.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep, Sakinah Fitrianti, yang juga Jurnalis Harian Fajar.

Pernyataan dan ajakan PWI Pangkep dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional untuk memperkuat literasi informasi dan literasi digital di masyarakat.

Bertempat di gedung layanan perpustakaan Pangkep, Pada hari Senin, 8 September 2025, bertepatan dengan Hari Literasi Internasional yang ditetapkan UNESCO.

Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak, menghindari penyebaran informasi palsu, serta mewujudkan komunikasi yang efektif dan konten yang edukatif.

Melalui pernyataan resmi Ketua PWI Pangkep yang menekankan pentingnya peran wartawan, organisasi profesi, dan seluruh individu dalam memperkuat literasi digital, bukan hanya terbatas pada profesi tertentu.

Sakinah Fitrianti menegaskan:

“Literasi digital bukan hanya terkait kecakapan memanfaatkan teknologi, namun juga kemampuan dalam memilih dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber digital. Literasi digital juga berkaitan dengan etika, keamanan, serta nilai positif ketika berinteraksi di ruang digital.”

Ia menambahkan bahwa dengan literasi digital yang cakap, masyarakat dapat membangun komunikasi efektif, memperluas jejaring kolaborasi, dan menjadi konsumen informasi yang kritis.

“Penguatan literasi informasi dapat mengurangi penyebaran informasi palsu dan disinformasi yang merugikan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia, PWI Pangkep berkomitmen mendorong penguatan literasi digital dengan memastikan hak publik memperoleh informasi yang akurat dan benar. Literasi digital diyakini mampu melahirkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi informasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *