Semarak Literasi Sejak Dini, 58 Siswa Ramaikan Lomba Bertutur di Pangkep

BERITA, PEMDA PANGKEP192 Dilihat

SHOOTLNEWS-PANGKEP | Suasana penuh semangat dan ekspresi mewarnai Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep saat puluhan siswa tampil memukau dalam ajang lomba bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Pangkep, Kegiatan ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap buku melalui cerita yang hidup dan penuh imajinasi. Kamis (23/4/2026).

Sebanyak 58 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut. Setelah melalui proses seleksi, enam peserta terbaik berhasil melaju ke babak final yang digelar di aula perpustakaan dan kearsipan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Abbas Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menanamkan budaya literasi sejak usia dini.

“Kita mau meningkatkan dan menumbuhkembangkan budaya membaca sejak anak-anak, bagaimana generasi muda di Kabupaten Pangkep, khususnya anak sekolah dasar, bisa termotivasi untuk mencintai buku,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa minat baca anak-anak di Pangkep menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari kemampuan para peserta dalam membawakan kembali isi buku dengan penuh percaya diri dan ekspresi yang kuat.

Menurut Abbas, lomba bertutur ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain sebagai wadah pengembangan bakat, kegiatan ini juga menjadi tolok ukur bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi perkembangan literasi secara berkelanjutan.

“Perkembangan literasi di Pangkep saya kira cukup baik. Terbukti pada tahun 2025, Kabupaten Pangkep mendapatkan nilai terbaik terkait indeks peningkatan literasi di Indonesia, yaitu mencapai 58 persen,” ungkapnya.

Pada babak final, para peserta menampilkan beragam cerita rakyat dengan gaya bertutur yang khas dan penuh penghayatan, memukau dewan juri serta para penonton yang hadir.

Sementara itu, juara pertama lomba bertutur diraih oleh Assyifa Kayla dari SD 22 Soreang. Ia mengaku sangat bahagia atas pencapaian tersebut.

“Senang, bangga, tidak sia-sia kerja keras,” ujarnya singkat.

Assyifa juga mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari latihan intensif selama kurang lebih dua minggu bersama gurunya.

“Latihan dua minggu kalau tidak salah, dilatih sama Ibu Niar, guruku,” tambahnya.

Ajang ini pun diharapkan terus menjadi ruang inspiratif bagi anak-anak Pangkep untuk mencintai literasi, sekaligus melestarikan budaya bertutur sebagai bagian dari kekayaan tradisi bangsa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *