Semen Tonasa Gelar Workshop Energi 2025: Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Budaya Efisiensi Energi

BERITA428 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP |Di tengah tantangan industri semen nasional yang semakin kompleks, PT Semen Tonasa mengambilnya langkah strategis dengan menyelenggarakan Workshop Energi 2025, sebuah forum internal yang mempertemukan ide, inovasi, dan komitmen lintas fungsi dalam mendukung transformasi energi berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 20–21 Mei 2025, di Tonasa Golf Club (TGC), Tonasa 1, Kabupaten Pangkep.

Mengusung tema “Sustainable Innovation: Integrating Energy, Culture and Technology,” workshop ini menegaskan arah baru perusahaan dalam menciptakan efisiensi yang bukan hanya berbasis teknologi, tetapi juga tumbuh dari budaya kerja yang kolaboratif dan progresif.

Workshop ini dihadiri oleh jajaran manajemen PT Semen Tonasa, termasuk Direktur Operasi Mochamad Alfin Zaini, Direktur Keuangan Anis, jajaran Band 1, dan Tim Energi dari seluruh unit kerja. Kehadiran lintas level ini mencerminkan komitmen serius perusahaan dalam mengintegrasikan semangat inovasi ke dalam strategi bisnis utama.

Dalam sambutannya, Mochamad Alfin Zaini, menekankan bahwa efisiensi energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing.

“Biaya energi menyumbang 50 hingga 60 persen dari total biaya produksi. Menurunkan konsumsi energi berarti memperkuat keberlanjutan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Kami ingin menanamkan budaya efisiensi sebagai bagian dari DNA Semen Tonasa,” tegasnya.

 

**Ketua Tim Energi PT Semen Tonasa, Yosi Reapradana**, turut membagikan capaian perusahaan dalam efisiensi energi sepanjang tahun 2024. Ia mencatat bahwa perusahaan berhasil menghemat energi sebesar **572.559 GJ**, setara dengan **Rp51,67 miliar**, yang terdiri dari **efisiensi termal sebesar 509.908 GJ** dan **efisiensi listrik sebesar 62.651 GJ**.

 

Meski mencetak capaian positif, Yosi juga menyoroti sejumlah area konsumsi yang masih perlu ditingkatkan performanya. Workshop ini pun menjadi forum penting untuk menyusun action plan 2025, termasuk percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop dan reaktivasi program Waste Heat Recovery Generation (WHRG)— dua inisiatif ramah lingkungan yang dinilai memiliki dampak besar terhadap efisiensi energi jangka panjang.

Sementara itu, GM Komunikasi dan LGA PT Semen Tonasa, Muh. Akhdharisa, menekankan bahwa efisiensi energi tidak hanya menyangkut teknologi, melainkan juga soal mindset dan budaya kerja.

“Efisiensi itu bukan hanya soal teknis, tapi juga budaya. Diperlukan sinergi antarunit, komunikasi terbuka, serta dorongan untuk terus berinovasi. Itulah semangat yang kami bangun di Semen Tonasa,” ujarnya.

Menambah bobot acara, workshop ini menghadirkan narasumber dari Kementerian ESDM, Eko Sudarmawan, Subkoordinator Bimbingan Teknis Konservasi Energi Ditjen EBTKE. Dalam sesi bertajuk “Pelaksanaan Manajemen Energi di Sektor Industri,” Eko membahas pentingnya sistem manajemen energi dalam mendukung keberlanjutan industri, termasuk penjelasan mengenai PP No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi serta aturan turunannya.

Kegiatan berlangsung dinamis dengan berbagai sesi diskusi, evaluasi program, hingga perumusan langkah-langkah strategis untuk tahun mendatang. Workshop ini tidak hanya menjadi forum teknis, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Semen Tonasa bergerak menuju masa depan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang tertanam kuat, PT Semen Tonasa menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam efisiensi energi di industri semen Indonesia—membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *