SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

BERITA90 Dilihat

SHOOTLNEWS-JAKARTA, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat peran pers nasional melalui pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen SMSI dalam ikut merawat dan membangun desa sebagai bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa digelar di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, di tengah dinamika informasi terkait situasi nasional dan eskalasi aksi demonstrasi yang berkembang di masyarakat.

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., menegaskan bahwa desa harus ditempatkan sebagai garda terdepan sekaligus etalase negara.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Hasyim S. Djojohadikusumo, yang hadir sebagai keynote speaker dalam dialog nasional. Menurut Hasyim, kehadirannya merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan SMSI.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ucap Hasyim.

Hasyim juga menilai pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa menjadi momentum penting untuk memberikan informasi yang objektif mengenai kondisi Jakarta di tengah beragam informasi yang beredar.

Ia menegaskan bahwa Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata, di sini Jakarta aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” ungkap Hasyim.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi sebagai pilot project, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Firdaus mengatakan, kelima provinsi tersebut menjadi tahap awal sebelum program tersebut dikonsolidasikan secara lebih luas.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI. Namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” jelas Firdaus.

Pers Diminta Sajikan Informasi Berbasis Data dan Fakta

Dalam kesempatan tersebut, Hasyim S. Djojohadikusumo mengingatkan insan pers agar menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegas Hasyim.

Ia secara khusus menyoroti fenomena informasi yang disampaikan secara lepas dari konteks. Menurutnya, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan distorsi terhadap kebijakan pemerintah yang sedang menjadi prioritas.

Untuk memperoleh masukan secara langsung dari kalangan mahasiswa, Hasyim mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengagendakan dialog dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di antaranya BEM UI, UGM, dan ITB.

Hasil dialog tersebut nantinya akan menjadi bahan masukan, koreksi, sekaligus rekomendasi kepada pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” tambahnya.

Soroti Kondisi Gedung Dewan Pers

Selain membahas peran pers dan kondisi informasi nasional, Hasyim juga merespons usulan Ketua Umum SMSI terkait kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah kurang representatif.

Firdaus mengatakan, Gedung Dewan Pers memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat kegiatan dan perkembangan pers Indonesia.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka, konstituen, terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkap Firdaus.

Menanggapi hal tersebut, Hasyim menyatakan akan memberikan perhatian dan berupaya menindaklanjuti usulan tersebut dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim.

Pernyataan tersebut langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir.

Kegiatan pengukuhan dihadiri lebih dari seratus peserta dan undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar di bidang ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung menarik dengan berbagai tanggapan dan pandangan kritis terkait perkembangan ekonomi, kebijakan pemerintah, serta peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, guru besar dari PTIK, yang mampu mengarahkan jalannya dialog secara bernas dan dinamis.

Melalui pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa, SMSI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran media siber dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis data, sekaligus ikut mendorong pembangunan serta kemajuan desa sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *