SPMB 2025 Ricuh, Disdik Makassar Dikecam Tak Siap Hadapi Membludaknya Pendaftar

BERITA, PENDIDIKAN478 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-MAKASSAR | Portal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 milik Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar mendadak lumpuh setelah dihujani ribuan pendaftar yang mengakses secara bersamaan. Alhasil, banyak masyarakat mengeluhkan lambatnya akses dan sulitnya melakukan pendaftaran daring.

Situasi ini menimbulkan polemik. Pasalnya, banyak pihak menilai Disdik Makassar tidak sigap mengantisipasi lonjakan akses, apalagi pendaftaran ini sudah dijadwalkan sejak jauh-jauh hari. Lantaran masalah ini, Disdik pun memutuskan memperpanjang masa pendaftaran jalur domisili khusus jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tak tinggal diam, Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Rakyat Anti Korupsi (LSM PERAK) angkat suara. Mereka menilai Disdik Makassar, terutama Kepala Dinas Achi Soleman dan Ketua Panitia SPMB, telah gagal menunjukkan kesiapan menghadapi situasi.

“Kami menilai Kadis dan panitia sangat tidak siap. Mereka gagal mengantisipasi kendala teknis yang sebenarnya bisa diprediksi,” ujar Andi Sofyan, SH, Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Indonesia, dihadapan  awak media Senin (30/6/2025).

Menurut Sofyan, tak seharusnya Disdik menyalahkan tingginya jumlah pendaftar sebagai biang kerok utama. Ia bahkan meminta pihak-pihak terkait untuk bertanggung jawab dan berbesar hati mundur dari jabatannya.

“Jangan banyak alasan, Bu Kadis dan panitia. Kalau memang tidak siap, akui saja. Jangan sampai masyarakat jadi korban gara-gara ketidaksiapan sistem,” tegasnya.

LSM PERAK juga menyayangkan kurangnya antisipasi terhadap persoalan teknis yang dinilai klasik dan seharusnya bisa dimitigasi sejak awal. Perpanjangan waktu pendaftaran, menurut Sofyan, bukan solusi jika akar masalahnya tidak dibenahi.

“Yang perlu diperbaiki itu aplikasinya, juga tim IT-nya. Kalau setiap kali masalah malah solusinya cuma tambah waktu, ya sampai kapan selesai?” sindirnya sambil tertawa getir.

Sebagai informasi, berdasarkan Permendikbud Ristek Nomor 3 Tahun 2025, pendaftaran SPMB dibuka melalui beberapa jalur. Untuk SD terdiri dari jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Sementara untuk SMP, ditambah dengan jalur prestasi. Jalur domisili sendiri memiliki kuota sebanyak 14.814 peserta, dan awalnya dijadwalkan hingga 3 Juli 2025.

Kini publik menanti langkah konkret Disdik Makassar dalam merespons krisis teknis ini — bukan sekadar perpanjangan waktu, tapi perbaikan sistem dan transparansi kinerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *