Tragedi Ombak Besar di Perairan Podang-Podang, Tiga Nyawa Melayang dalam Laka Laut Pangkep

BERITA, BERITA DAERAH294 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP |Cuaca ekstrem kembali menelan korban di wilayah kepulauan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Sebuah musibah kecelakaan laut (laka laut) terjadi di perairan Pulau Podang-Podang,l ketika sebuah kapal yang mengangkut rombongan pendampingan sosial Tim Dompet Dhuafa menuju Pulau Sarappo terbalik dan tenggelam setelah dihantam ombak besar.Sabtu (27/12/2025),

Kapal tersebut ditumpangi Camat Liukang Tupabbiring, Fitri Mubarak, bersama Tim Dompet Dhuafa dan tenaga kesehatan. Saat insiden terjadi, kondisi cuaca dilaporkan sangat buruk, dengan angin kencang, hujan deras, serta gelombang tinggi yang menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik di tengah laut.

Warga Pulau Podang-Podang yang menyaksikan kejadian dari daratan mengungkapkan bahwa kapal terlihat dihantam ombak besar sebelum terbalik.

“Dari atas pulau kelihatan jelas kapalnya dihantam ombak, lalu terbalik,” ujar salah seorang warga setempat.

Akibat peristiwa nahas tersebut, tiga orang penumpang dinyatakan meninggal dunia, masing-masing:

1. Fitri Mubarak — Camat Liukang Tupabbiring

2. Imran — Ketua LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan

3. Darma — Bidan sekaligus pengelola aset Puskesmas Sarappo

Ketiga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh warga Pulau Podang-Podang yang bergerak cepat memberikan pertolongan sesaat setelah kejadian. Sementara itu, satu orang penumpang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.

Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat, meski terkendala kondisi cuaca laut yang belum sepenuhnya membaik dan gelombang yang masih cukup tinggi.

Kepergian Camat Liukang Tupabbiring, Fitri Mubarak, meninggalkan duka mendalam bagi jajaran pemerintahan dan masyarakat setempat. Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif turun langsung ke lapangan serta memiliki dedikasi tinggi dalam mendampingi kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat di wilayah kepulauan.

Musibah ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di tengah cuaca ekstrem, sekaligus pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam aktivitas laut, khususnya di wilayah kepulauan Pangkep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed