Warga Balanakang Geger, Seorang Petani Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Bawah Kolong Rumah

BERITA, POLRI562 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP SULSEL |  Warga Kampung Balanakang, Kelurahan Jagong, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, digegerkan dengan peristiwa bunuh diri yang menimpa seorang warga setempat, Jumat malam (17/1/2026).

Korban diketahui bernama Muhajjir (34), seorang petani/pekebun, warga Kampung Balanakang. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga sekitar pukul 23.35 WITA.

Mendapatkan laporan kejadian, personel Polsek Pangkajene yang dipimpin oleh Ka SPKT I Aiptu Abdurrahman, didampingi Ps. Kanit Reskrim Aiptu Firman, SH, segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat ayah korban, Sangkala, selesai melaksanakan ibadah di masjid dan hendak masuk ke rumah. Namun, rumah tersebut terkunci dari dalam. Karena tidak mendapat respons, Sangkala kemudian menuju ke bagian belakang rumah untuk mencari bantuan dan memanggil kerabatnya, Ismail.

Selanjutnya, Ismail mencungkil jendela rumah dan masuk ke dalam. Saat berada di dalam rumah, Ismail melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di bawah kolong rumah. Ia kemudian segera melepaskan tali yang melilit leher korban dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pangkajene.

Sekitar pukul 00.20 WITA, personel Polsek Pangkajene tiba di TKP dan langsung mengamankan lokasi serta melakukan interogasi awal terhadap para saksi. Dari keterangan saksi Ismail, sebelum kejadian korban sempat menelpon istrinya yang saat ini sedang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi. Setelah menelpon, korban masuk ke rumah orang tuanya dan mengunci pintu dari dalam.

Pada pukul 01.30 WITA, Ka SPKT Polres Pangkep IPDA Caswan Abdullah, SH, bersama Tim Inafis Polres Pangkep, piket fungsi, serta petugas Puskesmas Pangkajene tiba di lokasi dan melakukan identifikasi terhadap korban.

Hasil pemeriksaan medis dari pihak Puskesmas Pangkajene menyebutkan bahwa korban tidak mengenakan baju, hanya memakai sarung berwarna oranye, serta ditemukan bekas lilitan tali sebanyak satu kali di bagian leher. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan serta menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Peristiwa ini menambah daftar kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah Pangkep, dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *