SHOOTLNEWS-PANGKEP, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menerima aspirasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pangkep yang menggelar aksi unjuk rasa terkait persoalan energi, Senin (14/9/2026).
Massa PMII yang dipimpin Jenlap Amar Ma’ruf tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya terkait pemadaman listrik, kelangkaan LPG 3 kilogram, distribusi BBM bersubsidi, pemerataan energi subsidi, hingga transparansi kuota BBM subsidi di Kabupaten Pangkep.
Setelah menyampaikan orasi di sejumlah titik, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Pangkep. Sekitar pukul 15.35 WITA, perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh Ketua DPRD Pangkep H. Haris Gani, S.Sos., M.Si. dalam agenda audiensi di ruang rapat lantai I DPRD Pangkep.
Dalam audiensi tersebut, Haris Gani menyampaikan bahwa DPRD Pangkep telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda se-Sulawesi Selatan pada Senin pagi untuk membahas persoalan ketersediaan dan distribusi energi.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi, pihak Pertamina menyampaikan adanya penambahan pasokan untuk wilayah Makassar selama lima hari. Sementara untuk Kabupaten Pangkep, Bupati Pangkep juga telah meminta kepada Pertamina agar penambahan pasokan diberikan untuk wilayah Pangkep.
“Kami di DPRD Kabupaten Pangkep berterima kasih atas perhatian mahasiswa yang masih terus berlanjut dalam mengawal persoalan ini. Kami berharap PMII dapat hadir dalam RDP yang akan kami laksanakan pada pekan ini,” ujar Haris Gani saat menerima aspirasi mahasiswa.
Menurutnya, DPRD Pangkep juga akan mengagendakan pertemuan dengan para pelaku usaha SPBU dan pihak-pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan secara langsung mengenai persoalan distribusi BBM dan energi yang terjadi di lapangan.
“Kami mengusulkan untuk membuat agenda kembali dalam pertemuan dengan para pelaku usaha SPBU dan beberapa pihak terkait, sehingga persoalan ini dapat dibahas bersama dan mendapatkan penjelasan yang jelas,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, perwakilan PMII meminta DPRD menghadirkan pihak SPBU dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Mahasiswa ingin mendapatkan penjelasan langsung mengenai kondisi distribusi BBM yang menjadi salah satu sorotan dalam aksi mereka.
“Kami meminta pihak SPBU untuk hadir dalam RDP ini karena kami ingin mempertanyakan secara langsung kenapa bisa terjadi seperti ini. Kami akan menunggu informasi dari DPRD terkait RDP bersama pihak terkait yang sudah ada dalam surat,” ungkap perwakilan PMII.
DPRD Pangkep kemudian memastikan akan menjadwalkan RDP pada Kamis, 17 September 2026 dengan mengundang pihak-pihak terkait serta PMII Cabang Pangkep.
RDP tersebut diharapkan menjadi forum untuk membahas persoalan energi secara terbuka, termasuk ketersediaan dan distribusi BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram, serta kebutuhan masyarakat terhadap pasokan energi yang memadai.
Penerimaan aspirasi tersebut menjadi bagian dari fungsi DPRD dalam menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk aspirasi yang disampaikan kelompok mahasiswa.
Aksi PMII Pangkep berakhir sekitar pukul 16.00 WITA. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan situasi berlangsung aman serta kondusif.













