Kadis DLH Baru Ajak Volunter dan Komunitas Lingkungan Bersinergi Tangani Persoalan Sampah di Pangkep

BERITA, PEMDA PANGKEP269 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Lukman Murtala, yang baru saja menerima amanah jabatan baru, mengajak volunter, komunitas pecinta lingkungan, serta generasi muda untuk terlibat aktif dalam penanganan persoalan lingkungan, khususnya masalah sampah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Pangkep.

Lukman Murtala sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kecamatan Pangkajene dan kini dipercaya menahkodai DLH Pangkep di tengah tantangan persoalan sampah yang dinilai masih membutuhkan penanganan serius dan kolaboratif.

Ajakan tersebut disampaikan Lukman saat ditemui awak media di Kantor DLH Pangkep, Ia menegaskan komitmennya membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki kepedulian dan komitmen nyata terhadap isu lingkungan hidup. Senin (2/2/2026)

“Kami mengajak volunter dan komunitas pecinta lingkungan hidup untuk bergabung bersama DLH Pangkep. Mari kita sama-sama berbuat, bukan hanya berbicara. Masalah lingkungan, terutama sampah, tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja,” ujar Lukman.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan masalah kompleks yang membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga masyarakat secara luas. Pengalaman memimpin wilayah kecamatan, kata Lukman, menjadi modal penting dalam membangun pendekatan kolaboratif dan partisipatif di DLH.

Sebagai bentuk keterbukaan, Lukman membuka akses komunikasi langsung dengan membagikan nomor telepon pribadinya bagi volunter, komunitas, maupun masyarakat yang ingin berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta menawarkan solusi konkret terkait penanganan lingkungan di Pangkep.

“Saya membuka ruang komunikasi secara langsung. Silakan hubungi saya untuk berdiskusi, memberi masukan, atau menawarkan solusi terbaik terkait penanganan sampah dan lingkungan di Pangkep,” tegasnya.

Menanggapi maraknya kritik di media sosial terkait persoalan sampah, Lukman menyebut kritik sebagai bagian dari kontrol publik yang konstruktif. Namun ia berharap kritik tersebut diiringi dengan kontribusi nyata di lapangan.

“Bagi yang sering mengkritik di media sosial, kami persilakan datang dan bergabung. Berikan solusi terbaik: sampah ini mau diapakan, bagaimana sistemnya, dan apa peran masing-masing agar lingkungan kita benar-benar bersih,” katanya.

Lukman juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk penyediaan fasilitas tempat sampah dan dukungan operasional kebersihan. Namun tanpa kesadaran serta keterlibatan masyarakat, persoalan sampah akan sulit tertangani secara optimal.

Melalui kepemimpinan barunya di DLH Pangkep, Lukman berharap terbangun gerakan kolaboratif antara pemerintah, volunter, dan komunitas pecinta lingkungan guna mewujudkan Kabupaten Pangkep yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *