Kapolda Sulsel Buka Pendidikan Bintara Polri Gelombang II TA 2026, 140 Siswa Siap Dibentuk Jadi Bhayangkara Profesional

BERITA, POLRI98 Dilihat

MAKASSAR – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel, Selasa (21/7/2026).

Upacara tersebut menjadi awal pembentukan generasi Bhayangkara yang berintegritas, profesional, dan siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.Pembukaan pendidikan berlangsung khidmat dan dihadiri Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta jajaran pendidik dan pengasuh SPN Polda Sulsel.

Sebanyak 140 peserta didik resmi mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II TA 2026. Mereka berasal dari beberapa wilayah, yakni Polda Sulsel sebanyak 60 orang, Log Polri 1 orang, Polda Sulawesi Tenggara 10 orang, Polda Sulawesi Tengah 23 orang, Polda Sulawesi Utara 34 orang, dan Polda Gorontalo 12 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Dalam amanatnya disampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang berhasil lolos seleksi dan berhak mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri berkualifikasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT Tahun Anggaran 2026. Saudara merupakan putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan belajar dan berlatih secara sungguh-sungguh,” demikian amanat yang dibacakan Kapolda.

Pendidikan tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”

Kapolda menegaskan bahwa pendidikan kepolisian tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat karakter, moral, dan integritas setiap calon anggota Polri. Menurutnya, kewenangan yang dimiliki anggota Polri harus diimbangi dengan moralitas yang tinggi agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat.

Selain itu, pendidikan ini juga diarahkan untuk mendukung program strategis pemerintah. Peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi fondasi penting bagi terciptanya iklim pembangunan, termasuk dalam mendukung kedaulatan pangan, energi, dan pertumbuhan ekonomi yang produktif serta inklusif.

Dalam amanat tersebut juga dijelaskan bahwa Pendidikan Pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT TA 2026 menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan. Melalui kurikulum ini, peserta didik tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda Sulsel berharap seluruh peserta didik mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan disiplin tinggi, menjaga integritas, serta menjunjung nilai-nilai moral selama menjalani proses pembentukan. Dengan demikian, para lulusan nantinya diharapkan mampu menjadi anggota Polri yang profesional, modern, terpercaya, dan senantiasa mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *