Kasad Tegaskan Pentingnya Kekompakan Nasional dalam Percepatan Penanganan Bencana Sumatera

BERITA, POLRI211 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-JAKARTA |Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa kekompakan seluruh elemen bangsa menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera. Menurutnya, situasi darurat dan keprihatinan akibat bencana hanya dapat diatasi secara cepat dan efektif apabila seluruh pihak bergerak bersama dengan satu tujuan, yakni membantu masyarakat terdampak.

Hal tersebut disampaikan Kasad selaku Dansatgas Jembatan saat konferensi pers satu bulan penanganan bencana Sumatera yang digelar di Posko Bencana Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa TNI Angkatan Darat terus bersinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan instansi terkait dalam upaya percepatan penanganan bencana, baik dari sisi pemulihan infrastruktur maupun penyaluran bantuan kemanusiaan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan TNI AD adalah percepatan pembangunan jembatan darurat Bailey dengan sistem kerja tiga shift, yakni pagi, siang, dan malam, guna memastikan akses masyarakat dapat segera kembali normal.

“Untuk mempercepat pekerjaan ini kita kerjakan dalam tiga shift, pagi, siang, dan malam. Kalau tidak bekerja seperti ini, tidak akan tercapai target seperti yang dicapai sampai hari ini,” ujar Kasad.

Jenderal Maruli juga menegaskan bahwa penanganan bencana di Sumatera merupakan salah satu yang tercepat dibandingkan dengan penanganan bencana-bencana sebelumnya. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja keras serta sinergi lintas sektor yang terjalin dengan baik di lapangan.

Namun demikian, Kasad menyayangkan adanya tindakan perusakan terhadap sejumlah jembatan Bailey yang telah dibangun oleh TNI AD. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat yang saat ini tengah membutuhkan akses transportasi dan distribusi bantuan.

“Dalam kondisi seperti ini masih ada kelompok-kelompok yang justru mengorbankan masyarakat. Kalau kita tidak kompak, ini akan membuat kita berat dalam bekerja. Kasihan masyarakat yang sudah menjadi korban,” tegasnya.

Kasad menambahkan, TNI AD terus mengupayakan pengiriman bantuan logistik, material jembatan beserta kelengkapannya melalui berbagai sarana angkut yang tersedia agar prajurit di lapangan dapat bekerja secara optimal. Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga melaksanakan pembangunan hunian sementara, penyediaan air bersih melalui pengeboran sumur, serta berbagai upaya pendukung lainnya untuk membantu pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Hingga saat ini, sebanyak 12 jembatan Bailey telah berhasil diselesaikan, sementara dua jembatan lainnya ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Kasad berharap seluruh pihak terus memberikan dukungan, termasuk dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan benar-benar meringankan beban warga terdampak.

Sumber: Dispenad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *