Ketua Komisi II DPRD Pangkep Turun Langsung Temui Korban Puting Beliung di Sibatua

BERITA, PARLEMEN/DPRD228 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Lutfi Hanafi, SE, mengunjungi warga yang menjadi korban bencana alam angin puting beliung di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Senin (12/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana angin kencang yang terjadi pada pagi hari. Dalam kesempatan itu, Muhammad Lutfi Hanafi menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa sejumlah warga.

Ia mengimbau para korban agar tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah akan segera mengambil langkah-langkah penanganan melalui instansi terkait.

“Insyaallah pemerintah daerah melalui dinas terkait akan bergerak cepat untuk memberikan bantuan. Namun saat ini data korban harus dilengkapi terlebih dahulu agar bantuan tepat sasaran,” ujar Lutfi Hanafi di sela-sela kunjungannya.

Sementara itu, jajaran Polsek Pangkajene juga bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Personel Polsek Pangkajene, khususnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Sibatua Aiptu Amirullah, SH, langsung mendatangi lokasi bencana untuk melakukan pemantauan dan pendataan awal.

Bencana angin kencang tersebut melanda Kampung Bonto Panno dan Kampung Bonto Jai, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, pada Senin, 12 Januari 2026 sekitar pukul 05.45 Wita.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat tiga rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang yang disertai hujan deras. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah.

Korban pertama, Candra Trisora (48), buruh harian lepas yang berdomisili di Jalan AM. Dg. Paratte, Kampung Bonto Jai, mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp4.500.000.

Korban kedua, Sulaiman (42), buruh harian lepas yang tinggal di Kampung Bonto Panno, mengalami kerusakan rumah cukup parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp15.500.000.

Sementara korban ketiga, Rudi Suaib (42), seorang wiraswasta yang beralamat di Jalan H. Dg. Pawangun, Kampung Bonto Panno, mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp3.500.000.

Bencana alam tersebut dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi yang disertai angin kencang. Meski menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pemerintah Kelurahan Sibatua bersama pihak Polsek Pangkajene dan Koramil Minasatene telah melakukan langkah-langkah awal berupa pendataan, pemantauan lokasi, serta koordinasi lintas sektor untuk penanganan pascabencana.

Aparat gabungan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, mengingat kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir belum stabil.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan penanganan pascabencana dapat berjalan cepat sehingga beban warga terdampak dapat segera diringankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *