Mentan Amran Tegaskan Swasembada Pangan Selesai Satu Tahun, Sulsel Jadi Penopang Utama

BERITA, NASIONAL151 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Langkah besar menuju swasembada pangan nasional kini semakin nyata. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan percepatan capaian yang sebelumnya dipatok empat tahun, kini dipangkas menjadi hanya satu tahun. Kebijakan strategis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama pembangunan bangsa.

Dalam momentum tanam jagung bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bertajuk “Senator Peduli Ketahanan Pangan”, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian luar biasa sektor pangan.

“Dalam tekanan, lahir keberhasilan. Hari ini Indonesia tidak lagi impor beras, jagung, maupun komoditas utama lainnya. Stok pangan kita bahkan tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Amran saat menghadiri kegiatan di Kabupaten Pangkep, Sabtu (27/9/2025).

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Mentan juga menekankan pentingnya hilirisasi sebagai penggerak nilai tambah ekonomi. Ia menyebut komoditas lokal seperti kelapa, kakao, dan gambir memiliki potensi besar jika diolah di dalam negeri.

“Presiden telah menugaskan hilirisasi dengan nilai investasi Rp371 triliun dan menyerap 8 juta tenaga kerja. Ini bukan sekadar program, tapi jalan menuju Indonesia emas,” tegasnya.

Amran pun memastikan perlindungan terhadap petani kecil dengan menghentikan impor pangan selama produksi dalam negeri mencukupi. “Tidak ada ruang bagi mafia yang menipu petani. Selama saya Menteri, impor pangan akan dihentikan bila produksi kita mampu mencukupi kebutuhan,” katanya.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut turut disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. “Sulsel satu suara mendukung penuh kebijakan Presiden dan Kementan. Kami siap menjadi penopang utama swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung memberikan apresiasi atas langkah bersejarah Kementan, termasuk kebijakan menaikkan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram. “Petani kini benar-benar dihargai. Konsumen tetap terlindungi lewat pasar murah Bulog. Tidak ada pertentangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga. Semuanya diatur seimbang,” ungkapnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan berupa benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta fasilitas pascapanen kepada para petani. Bantuan ini diharapkan memperkuat produksi pangan daerah sekaligus meneguhkan langkah Indonesia menuju kemandirian pangan di tengah tantangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *