Misteri Mayat Mengambang di Perairan Pangkep Gegerkan Warga Pulau

BERITA, POLRI189 Dilihat

SHOOTLINENEWS.ID-PANGKEP | Suasana tenang perairan di sekitar Pulau Bonto Sua, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, mendadak gempar pada Rabu siang, 21 Mei 2025. Sekitar pukul 11.00 WITA, sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan mengambang di laut antara Gusun Manaba dan Pulau Bonto Sua, memicu kehebohan warga pesisir.

Penemuan mengerikan itu pertama kali dilaporkan oleh Ikbal (17), seorang anak buah kapal (ABK) yang tengah dalam perjalanan dari Makassar menuju Pulau Bonto Sua. Ketika kapal melintas di perairan tersebut, Ikbal melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di air.

“Saya lihat dari jauh seperti karung atau benda hitam. Tapi saat kapal mendekat, saya sadar itu tubuh manusia. Setelah sandar di dermaga, saya langsung lapor ke kepala desa,” ungkap Ikbal.

Kepala Desa Bonto Sua, Rusdi, yang menerima laporan itu segera menggerakkan warga dan aparat desa untuk mengevakuasi jenazah. Bersama kepolisian dan relawan, jenazah berhasil dibawa ke Gusun Manaba untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu kedatangan tim Basarnas dan BPBD dari Makassar dan Kabupaten Pangkep.

Kondisi jenazah cukup memprihatinkan. Tubuh korban telah membengkak, menandakan kemungkinan sudah berada di air selama beberapa hari. Kepala Satuan Polairud Polres Pangkep, AKP Nompo, SH, yang turun langsung ke lokasi menjelaskan bahwa korban hanya mengenakan celana pendek hitam dan ikat pinggang tanpa identitas lain.

“Korban berjenis kelamin laki-laki, tidak ditemukan KTP, dompet, atau barang pribadi. Saat ini kami belum bisa mengidentifikasi siapa dia, dan belum ada laporan orang hilang yang cocok dari wilayah sekitar,” ujar AKP Nompo.

Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian, apakah karena kecelakaan laut, tindak pidana, atau sebab lainnya. Saat ini, jenazah masih ditampung sementara di Gusun Manaba dalam pengawasan aparat, sembari menunggu prosedur medis lanjutan. Rencana selanjutnya adalah membawa korban ke rumah sakit atau fasilitas forensik di daratan untuk diautopsi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk ikut membantu penyelidikan dengan melaporkan jika ada anggota keluarga yang hilang dengan ciri-ciri serupa. Partisipasi masyarakat dianggap sangat penting dalam proses identifikasi.

“Kami minta masyarakat jangan berspekulasi. Penyelidikan sedang berjalan, dan semua kemungkinan akan kami telusuri. Yang utama sekarang adalah menemukan identitas korban dan memastikan penyebab kematian,” tegas AKP Nompo.

Penemuan ini menyita perhatian besar masyarakat pesisir. Banyak warga berkumpul di dermaga dan lokasi penemuan, mengikuti perkembangan kasus ini dengan rasa penasaran sekaligus was-was. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya keamanan dan kewaspadaan di wilayah maritim, meski sehari-hari tampak tenang.

Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan laut, termasuk penggunaan pelampung dan pelaporan jika ada kapal atau orang hilang. Kasus ini pun kini menjadi prioritas penanganan Polres Pangkep. dengan harapan tabir misteri yang menyelimuti korban segera terungkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *